Kompas.com - 15/04/2021, 03:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berada di jalan raya membuka peluang untuk menjadi korban kejahatan, tidak terkecuali bagi para pengemudi wanita.

Agar terhindar dari hal tersebut, ada beberapa kebiasaan yang dapat dipelajari oleh kaum hawa.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan, untuk menghindari tindak kejahatan dimulai dari kebiasaan dan perilaku yang dilakukan selama membawa mobil.

Baca juga: Tarung Modifikasi Garasi Drift dan Pengepul Mobil Masuki Episode 8

Pengemudi wanita harus selalu memerhatikan sekeliling. Tidak lupa hindari rutinitas dan siapkan metode di saat darurat. Latih terus supaya tidak menjadi sasaran kejahatan.

“Kebanyakan wanita kurang kesadaran bahwa apa yang mereka gunakan bisa menjadi daya tarik kejahatan. Sebaiknya jika wanita ingin bepergian sendiri, jangan mengunakan barang yang bisa menarik pehatian, contohnya perhiasan yang berlebihan,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Sebab menurut Jusri, orang yang ingin melakukan kejahatan biasanya sudah memerhatikan targetnya, tidak dilakukan secara spontan.

Ilustrasi berkendara di bulan puasaAFP PHOTO/FAYEZ NURELDINE Ilustrasi berkendara di bulan puasa

Kebiasaan melewati jalan yang sama pada waktu yang sama memudahkan pengemudi wanita menjadi sasaran. Sebaiknya gunakan rute berbeda setiap kali dan jam bepergian yang tidak sama agar bila merasa diikuti dapat terhindar di cegat di jalan.

Jusri melanjutkan, latih diri untuk bersikap sesuai prosedur jika terjadi keadaan darurat. Kalau tahu akan pulang larut malam, tempatkan kendaraan di tempat yang ramai dan terang, bisa dekat pos satpam.

Baca juga: Karoseri New Armada Sebar Bocoran Bus Medium Baru

“Saat ini baik di mal atau perkantoran biasanya sudah tersedia ladies parking, sebaiknya parkir di situ. Tindakan preventif dan antisipatif itu perlu,” katanya.

Terakhir, meski terlihat sepele komunikasikan keberadaan diri Anda kepada orang-orang terdekat, misalnya sedang berada di mana lengkap dengan tujuan. Bisa gunakan fitur lokasi yang sudah ada di perangkat genggam untuk memudahkan.

“Sehingga jika terjadi sesuatu, orang-orang terdekat dapat tahu lokasi dan segera menolong,” ucap Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.