Antisipasi Pemudik Colongan, 16 Jalan Tikus di DKI Dijaga Ketat

Kompas.com - 14/04/2021, 14:52 WIB
Sejumlah pemudik bersepeda motor dari Pulau Sumatera meninggalkan kapal roro di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik di Pelabuhan Merak diprediksi terjadi pada H+4  hari Minggu (9/6) karena para pemudik akan kembali bekerja pada hari Senin (10/6). ANTARA FOTO/DZIKI OKTOMAULIYADISejumlah pemudik bersepeda motor dari Pulau Sumatera meninggalkan kapal roro di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik di Pelabuhan Merak diprediksi terjadi pada H+4 hari Minggu (9/6) karena para pemudik akan kembali bekerja pada hari Senin (10/6).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya penyekatan di jalan tol dan perbatasan saja, untuk menghalau para pemudik keluar dan masuk Jakarta, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya juga telah memetakan jalan tikus ketika larangan mudik Lebaran berlaku pada 6-12 Mei 2021.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, setidaknya ada 16 titik jalan tikus yang akan disekat oleh jajarannya.

"Ada sekitar 16 titik jalan tikus di wilayah DKI Jakarta dan penyangga," ucap Sambodo disitat dari KorlantasPolri, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Polisi Jamin Tidak ada Kendaraan yang Lolos Mudik Lebaran 2021

Lebih lanjut Sambodo mengatakan, beberapa jalan tikus yang kerap diakses para pemudik diantaranya daerah Pebayuran di Karawang. 

Suasana lalu lintas di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam yang berbatasan dengan wilayah Cianjur  untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Suasana lalu lintas di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam yang berbatasan dengan wilayah Cianjur untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.

Selain itu ada juga jembatan atah Tanjung Pura Karawang, Cibarusa ke arah Cianjur, dan ruas lainnya layaknya di daerah Tangerang untuk menuju Banten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pos pengamanan untuk pengawasan terkait larangan mudik akan didirikan pada rute-rute tersebut. Dengan demikian, diharapkan tak ada lagi para pemudik yang bisa lolos via jalan tikus.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan jajaran Korlantas Polri dan Ditlantas terkait larangan mudik Lebaran tahun ini.

Bahkan untuk mencegah masyarakat yang nekat mudik menggunakan transportasi gelap, tiga terminal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Jakarta akan ditutup sementara saat larangan mudik dimulai.

Baca juga: Selama Larangan Mudik, Layanan Bus AKAP Hanya di Terminal Pulo Gebang

Penumpang tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (3/1/2021). Berdasarkan data Dishub Terminal Kampung Rambutan per tanggal 2 Januari 2021 jumlah penumpang bus yang tiba di Jakarta sebanyak 34.220 penumpang, sementara pemudik yang diberangkatkan menuju luar Jakarta melalui Terminal Kampung Rambutan sebanyak 15.059 penumpang.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Penumpang tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (3/1/2021). Berdasarkan data Dishub Terminal Kampung Rambutan per tanggal 2 Januari 2021 jumlah penumpang bus yang tiba di Jakarta sebanyak 34.220 penumpang, sementara pemudik yang diberangkatkan menuju luar Jakarta melalui Terminal Kampung Rambutan sebanyak 15.059 penumpang.

 

"Rencana hanya Terminal Pulo Gebang saja nanti yang buka, karena masih ada pengecualian perjalanan untuk beberapa kategori perjalanan orang. Itu pun tetap dengan pengawasan ketat dan untuk terminal lainnya tidak ada layanan," ucap Syafrin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/4/2021).

Menurut Syafrin, ada tiga terminal bus yang akan ditutup saat larangan mudik Lebaran berlaku, yakni Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, dan Terminal Tanjung Priok.

Dengan hanya Pulo Gebang saja yang dibuka, Syafrin berharap konsentrasi pengawasan dan pengetat, baik untuk orang yang akan pergi atau datang ke Jakarta dari luar daerah, akan lebih terkontrol.

Baca juga: Mudik Dilarang, Waspada Akal-akalan Lewat Jalan Tikus atau Naik Truk

Travel gelap di JambiDOK. PERPALZ TV Travel gelap di Jambi

"Pastinya akan lebih ketat, petugas di Pulo Gebang akan mengecek segala sesuatunya yang telah disyaratkan bagi masyarakat yang mendesak pergi ketika ada larangan mudik menggunakan bus AKAP. Bila tidak sesuai maka tidak berangkat, artinya akan selektif ya," kata Syafrin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.