Angka Kecelakaan Masih Tinggi, Kelalaian Pengemudi Jadi Faktor Utama

Kompas.com - 31/03/2021, 19:31 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. iStock/KwangmoozaaIlustrasi kecelakaan lalu lintas.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020, telah menyebabkan penurunan signifikan pada volume kendaraan di jalan. Merebaknya virus mengharuskan banyak orang tidak bepergian dan menjaga jarak fisik.

Kondisi ini sedikit banyak berpengaruh pada angka kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Adira Insurance pun coba melakukan studi pemetaan profil keselamatan jalan di 15 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui Road Safety Behavior Research.

Riset ini berfokus pada perilaku berkendara masyarakat Indonesia yang mencakup tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku.

Baca juga: Perbandingan Harga Segmen SUV Kompak, CX-3 dan HR-V Beda Rp 2 Jutaan

Asuransi kendaraan dari Adira Insurance mulai mengalami peningkatan permintaan.Adira Insurance Asuransi kendaraan dari Adira Insurance mulai mengalami peningkatan permintaan.

“Kesadaran dan perilaku mengemudi yang aman sangat penting dalam mendukung keselamatan jalan. Hal ini harus menjadi perhatian oleh semua pihak,” ujar Wayan Pariama, Direktur Adira Insurance, dalam keterangan tertulis (31/3/2021).

“Kami senantiasa berkomitmen untuk dapat berkontribusi dalam mendukung dan menggalakkan peningkatan keselamatan jalan di Indonesia,” kata dia.

Riset yang dilakukan Adira Insurance ini berfokus pada aspek perilaku masyarakat, yang dilakukan dalam periode tiga bulan sejak Oktober 2020.

Baca juga: Toyota Bikin Yaris Cross Jadi Lebih Gagah untuk Bertualang

Tangkapan layar video viral yang menampilkan kejadian kecelakaan lalu lintas melibatkan bus dan sepeda motor di Sukoharjo, Jawa Tenga, Jumat (19/2/2021).FACEBOOK Tangkapan layar video viral yang menampilkan kejadian kecelakaan lalu lintas melibatkan bus dan sepeda motor di Sukoharjo, Jawa Tenga, Jumat (19/2/2021).

Riset tersebut melibatkan 1.500 responden di 15 kota besar seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Makassar.

Hasil riset menunjukkan bahwa rata-rata indeks keselamatan berkendara di Indonesia mencapai 76 persen.

Nilai tersebut didapat dari aspek pengetahuan (knowledge) mencapai 87 persen, aspek sikap (attitude) mencapai 83 persen serta aspek perilaku (behavior) memiliki indeks terendah yaitu 58 persen.

Baca juga: Mudik Dilarang, Tapi Bina Marga Tetap Siapkan Jalur Lebaran

Barang bukti pengungkapan kasus pembunuhan dengan modus kecelakaan lalu lintas pada Rabu (25/4/2018) di Mapolsek Metro Jakarta Barat.RIMA WAHYUNINGRUM Barang bukti pengungkapan kasus pembunuhan dengan modus kecelakaan lalu lintas pada Rabu (25/4/2018) di Mapolsek Metro Jakarta Barat.

"Kami berharap riset ini dapat membantu mendefinisikan indeks keselamatan berkendara dari pemetaan profil berkendara masyarakat Indonesia dan mengukur risiko dari perilaku masyarakat Indonesia di jalan," kata Wayan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X