Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menggunakan Strobo di Solo, Bisa Kena Tilang dan Langsung Disita

Kompas.com - 27/03/2021, 09:42 WIB
Arif Nugrahadi,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Penggunaan rotator, sirine, dan lampu strobo hanya boleh digunakan oleh kendaraan institusi negara dan kendaraan prioritas tertentu. Sayangnya, tidak sedikit yang menyalahgunakan aksesori ini untuk mendapatkan prioritas menggunakan jalan raya, apalagi dalam keadaan macet.

Penggunaan aksesori ini sudah diatur dalam Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) nomor 22 tahun 2009, tepatnya Pasal 134.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan jika Bertemu Mobil Pelat Nomor Dewa yang Minta Jalan?

Kendaraan yang boleh memakai asesori ini antara lain, pemadam kebakaran, ambulans, kendaraan untuk memberikan pertolongan kecelakaan, dan kendaraan pimpinan lembaga Negara Republik Indonesia.

Selanjutnya, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, serta konvoi dan atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan Kepolisian Republik Indonesia.

Baca juga: Tanpa Pengawalan Polisi, Mobil Pelat Nomor Dewa Tak Sakti Lagi

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Adhytia Warman menjelaskan, di Kota Solo Jawa Tengah, penggunaan lampu strobo oleh warga sipil akan ditindak secara tegas. Akan dilakukan penilangan dan penyitaan lampu strobo yang digunakan.

"Kami juga mengadakan razia untuk kendaraan yang menggunakan lampu strobo, ada beberapa yang tertangkap oleh kami beberapa waktu lalu," ucap Adhytia kepada kompas.com, Jumat (26/03/2021).

Upaya yang dilakukan untuk menciptakan efek jera, adalah melakukan penyitaan di tempat.

Baca juga: Mudik Dilarang, Pengusaha Bus Minta Pemerintah Tegas Tutup Semua Akses

"Setelah dilakukan penilangan, kami akan menyuruh untuk segera melepas lampu strobo yang terpasang saat itu juga kemudian kita amankan. Kalau tidak bisa dilepas saat itu juga, terpaksa kendaraan kami amankan ke Satlantas Polres Surakarta," Kata Adhytia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
well done gibran and soloers; bukti kalian unggul daripada daerah lain melempem gak berani tegas.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
700 Warga Muslim Myanmar Dilaporkan Tewas dalam Bencana Gempa
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau