Kompas.com - 27/03/2021, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Larangan mudik lebaran tahun ini akhirnya resmi dikeluarkan pemerintah, Kamis (26/3/2021). Larangan ini berlaku mulai 6 Mei sampai 17 Mei 2021 dan berlaku untuk semua pihak tanpa pengecualian.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, dari hasil rapat tingkat menteri memutuskan kembali melarang mudik di tahun 2021.

"Ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat," ucap Muhadjir dalam konfersensi virtual, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Tanpa Pengawalan Polisi, Mobil Pelat Nomor Dewa Tak Sakti Lagi

Kondisi terminal Bayuangga makin sepi sejak  pemerintah melarang mudik dan pemberlakuan PSBB di Surabaya. KOMPAS.com/A. Faisol Kondisi terminal Bayuangga makin sepi sejak pemerintah melarang mudik dan pemberlakuan PSBB di Surabaya.

Dengan adanya larangan ini, tentu berefek kepada PO bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Ketua Umum Ikatan pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, masih terlalu dini mengumumkan larangan mudik tahun 2021.

“Seperti parodi saja pemerintah kita ini. Tanggal 16 Maret 2021 pak Menteri Perhubungan sudah menegaskan tidak ada larangan mudik, nah sekarang menteri yang lain bilang dilarang mudik,” ucap pria yang akrab disapa Sani kepada Kompas.com, Jumat (26/3/2021).

Selain pemerintah yang terlihat kurang koordinasi antar menterinya, larangan mudik ini menutup kemungkinan PO bus untuk kembali bangkit. Sejak awal pandemi di Indonesia, penumpang bus sudah turun peminatnya.

Baca juga: Mudik Dilarang, Pengusaha Bus Minta Pemerintah Tegas Tutup Semua Akses

“Saat ini kami masih jauh dari pulih apalagi kalau keputusan larangan mudik diteruskan. Ya sudah tahu lah apa yang akan kami alami tanpa saya harus jelaskan,” kata Sani.

Staf Operasional PO Putera Mulya Ismuyoko mengatakan, adanya larangan mudik tahun 2021 membuat hilangnya peluang PO bus untuk bangkit.

“Harapan untuk dapat uang buat nutupin kerugian bulan-bulan sebelumnya sirna sudah. Sejak pandemi, PO bus masih merugi setiap bulannya,” kata Ismuyoko kepada Kompas.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.