Honda Mulai Gunakan Holeshot Device pada Suspensi Depan dan Belakang

Kompas.com - 16/03/2021, 08:42 WIB
Pol Espargaro gunakan holeshot device pada suspensi depan dan belakang Honda RC213V Dok. @polespargaroPol Espargaro gunakan holeshot device pada suspensi depan dan belakang Honda RC213V

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan holeshot device atau alat bantu start sudah banyak diaplikasikan oleh beberapa pabrikan. Pada sesi tes pra-musim di Qatar beberapa hari lalu, Honda terlihat juga menggunakannya.

Hal tersebut diketahui dari video yang diunggah oleh Pol Espargaro di akun Instagram miliknya. Dalam video tersebut, terlihat dirinya sedang latihan start.

Baca juga: Pol Espargaro Stres Pindah ke Honda Repsol

Saat sedang berhenti, Pol menekan rem depan hingga suspensi depan terkunci. Tak lama kemudian, suspensi belakang turun secara otomatis dan terkunci.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pol Espargaro? (@polespargaro)

Efeknya, terlihat jelas saat Pol membuka gas dan melesat. Ban depan RC213V tidak terangkat alias tidak ada gejala wheelie.

Dengan begitu, traksi pada kedua ban tetap optimal dan tenaga yang tersalurkan dari mesin pun juga maksimal. Sebab, ban depan terdeteksi masih menyentuh aspal.

Baca juga: Jajal Motor Baru, Pol Espargaro Pelajari Bagian Depan RC213V

Dikutip dari Crash.net, Senin (15/3/2021), Honda sebenarnya juga pernah bereksperimen dengan alat serupa di MotoGP sekitar 12 tahun yang lalu. Namun, alat tersebut memiliki kelemahan.

Pol Espargaro saat sesi tes pertama di QatarDok. Boxrepsol Pol Espargaro saat sesi tes pertama di Qatar

Dari sisi keamanan, alat tersebut tidak bisa digunakan di segala kondisi. Jika di motocross, pebalap melakukan start dengan posisi yang sejajar.

Sementara di MotoGP, jika start pada posisi keempat, dan di depan ada pebalap, maka pengguna alat ini harus bisa menghindari pebalap tersebut selepas start. Itulah alasannya mengapa Ducati dan Yamaha menempatkan Holeshot Device pada suspensi belakang.

Baca juga: Pol Esparagaro Sebut di Repsol Honda Individualistis

Direktur Honda Racing Corporation (HRC) Tetsuhiro Kuwata, mengatakan, Honda selalu melakukan penelitian terhadap teknologi seperti itu. Namun, jika menurut Honda alat bantu start tersebut belum benar-benar memberikan keuntungan, maka tidak akan digunakan.

Pol Espargaro saat sesi tes pertama di QatarDok. Boxrepsol Pol Espargaro saat sesi tes pertama di Qatar

"Tapi, jika kami tidak yakin, kami akan terus mengembangkan sistemnya. Kami juga tidak tahu kapan akan bisa menggunakannya. Tapi, kami juga mempertimbangkan mengenai alat tersebut," ujar Kuwata, saat ditanya Kompas.com, di sela-sela presentasi Repsol Honda Team, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam unggahannya, Pol juga menyebutkan bahwa motornya mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu sekitar 2,4 detik hingga 2,6 detik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X