Syarat Pabrikan Mobil dapat Insentif PPnBM, Wajib Investasi Rp 5 T

Kompas.com - 16/03/2021, 08:22 WIB
Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq KOMPAS.com/RulyIlustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan beragam insentif perpajakan untuk menarik dan mempermudah investasi di sektor industri kendaraan bermotor listrik.

Satu diantaranya, libur pajak atau tax holiday atas pajak penghasilan (PPh) Badan bagi perusahaan yang berkomitmen untuk mengembangkan dan memproduksi mobil listrik di dalam negeri.

Hanya saja, ada kewajiban alias threshold yang ditetapkan agar pabrikan otomotif bisa menikmati insentif tersebut, yakni dengan realisasi nilai investasi minimal Rp 5 triliun.

Baca juga: Target Kemenhub soal Armada Bus Listrik di Seluruh Indonesia

Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasiSHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETS Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi

"Apabila memenuhi kriteria investasi Rp 5 trilun, baru bisa diberikan. Ini tidak hanya bilang akan investasi (ucapan), tapi betul-betul investasi dengan nilai tersebut," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (15/3/2021).

Hal serupa juga dinyatakan Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo pada kesempatan sama. Insentif ini juga dibarengi dengan perbedaan tarif untuk mobil listrik dengan tenaga baterai penuh (BEV) dan setengah atau hybrid.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sri Mulyani juga mengatakan, banyak investor yang telah menunjukkan minat berinvestasi di Indonesia, seperti LG, CAT, hingga Tesla telah menyiapkan dana yang lebih besar dibanding batas minimal tersebut untuk berinvestasi di industri baterai hingga ekosistem mobil listrik.

"Jadi dalam hal ini koordinasi antar kementerian disebutkan threshold Rp 5 triliun itu akan sangat mudah dilewati. Kita senang makin besar investasinya," ujar dia.

Baca juga: Penjualan Mobil Mulai Naik Signifikan Usai Ada Insentif PPnBM

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).BPMI Setpres Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

LG misalnya, yang telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk industri baterai terintegrasi dengan nilai mencapai 9,8 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, CATL juga sudah berkomitmen investasi di industri serupa dengan nilai 5,2 miliar dollar AS.

"Karena saat ini ada satu-dua industri yang sekarang merupakan industri otomotif konvensional atau berbasis bahan bakar, dan mereka mungkin akan pindah ke hybrid atau loncat langsung ke baterai. Ini untuk memberi asas keadilan dan memberi sinyal akuntabilitas kebijakan," kata Sri Mulyani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X