8 Kebiasaan Buruk Pengemudi Bus dan Truk di Indonesia

Kompas.com - 15/03/2021, 16:41 WIB
Ruang aki bus IstimewaRuang aki bus

Jika sudah berubah bentuk, potensi rem memudar atau brake fading akan lebih tinggi.

5. Pakai gigi tinggi pada jalan menurun

Menggunakan gigi tinggi saat bus melewati jalan menurun memang kerap disepelekan.

Hal ini menyebabkan engine brake dan exhaust brake tidak berfungsi optimal, sehingga memanfaatkan rem utama yang rawan mengalami overheat dan bisa blong.

6. Memakai klakson telolet 

Klakson telolet ada yang mengambil udaranya dari air tank. Oleh karena itu, jika sering digunakan, udara di air tank juga berkurang, sehingga bisa mengurangi daya pengereman bus.

Selain itu, instalasi klakson yang tidak benar juga rawan bocor bahkan copot. Ketika sudah copot, udara di air tank akan keluar dan truk atau bus jadi tidak bisa mengerem karena kehabisan udara.

7. Pasang aksesoris elektrikal

Kebiasaan yang salah dalam menambah aksesoris seperti lampu dan sistem audio bisa menyebabkan bus terbakar.

Stop kontak dengan pemasangan dan material yang tidak standar sangat mudah menciptakan korsleting.

8. Menyimpan barang tidak terpakai di ruang aki

Ruang aki untuk bus atau truk sengaja dibuat terpisah. Namun bukan berarti ruang aki ini menjadi tempat penyimpanan barang lain.

“Lalu ada juga yang menyimpan barang-barang enggak kepakai, botol-botol air pada ruang baterai (accu),” ucapnya.

Jika air tumpah dan tercampur dengan debu, membuat campuran tersebut menjadi larutan yang konduktif atau menghantarkan listrik dan menginisiasi hubungan pendek.

Banyaknya kebiasaan buruk pengemudi ini dikarenakan mereka yang kurang mengetahui apa bahayanya.

Selain itu, Wildan juga mengatakan kalau salah satu penyebabnya yakni karena mereka tidak pernah terdidik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X