8 Kebiasaan Buruk Pengemudi Bus dan Truk di Indonesia

Kompas.com - 15/03/2021, 16:41 WIB
Satlantas Polres Tasikmalaya langsung memasang garis polisi guna penyelidikan kecelakaan bus masuk jurang di Jalan Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (10/11/2020) dini hari. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASatlantas Polres Tasikmalaya langsung memasang garis polisi guna penyelidikan kecelakaan bus masuk jurang di Jalan Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (10/11/2020) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan yang melibatkan kendaraan besar seperti bus dan truk memang kerap terjadi di Indonesia.

Misalnya saja seperti yang belum lama ini terjadi, bus pariwisata  terperosok ke jurang di Kabupaten Sumedang, yang mengakibatkan puluhan korban jiwa.

Kebanyakan kecelakaan yang terjadi yang melibatkan bus atau truk salah satu penyebabnya adalah dari pengemudi atau human error.

Ada beberapa kebiasaan pengemudi bus dan truk yang sebenarnya berbahaya jika terus dilakukan.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan, berdasarkan kecelakaan yang pernah diinvestigasi oleh KNKT, ada delapan kebiasaan yang dilakukan pengemudi bus atau truk yang sebenarnya salah.

Baca juga: Polisi Razia Knalpot Bising Lagi, Ada yang Berisik Langsung Diembat

Kecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang, Jawa BaratKEMENTERIAN PERHUBUNGAN Kecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang, Jawa Barat

1. Tidak pre-inspection sebelum berangkat

Kebiasaan dasar yang kerap dilupakan yakni tidak melakukan pre-inspection sebelum berangkat (mengecek tekanan udara, kebocoran minyak rem, dan lain-lain). Sehingga bus kurang dipersiapkan ketika beroperasi.

2. Kocok pedal rem

“Kemudian sering mengocok rem, efeknya tekanan udara di air tank akan berkurang sehingga pedal rem dan kopling jadi keras, sulit ditekan,” ucap Wildan kepada Kompas.com, Senin (15/3/2021).

3. Tidak membuang udara pada air tank

“Saat truk atau bus berhenti dalam waktu yang cukup lama, akan terjadi proses kondensasi dalam air tank yang mengubah udara menjadi air," jelas Wildan

Air yang ada di air tank mengurangi kapasitas udara sehingaa menyebabkan rem blong. Sebaiknya, angin dibuang saat berhenti lebih dari 30 menit.

Baca juga: Harga Xpander Bekas Setelah Ada Diskon PPnBM untuk Mobil Baru

4. Menyiram dengan air buat dinginkan kampas rem

Ketika tromol dan kampas rem yang panas disiram air, bisa menyebabkan perubahan bentuk pada tromol.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X