Kecelakaan Bus di Sumedang dan Wacana Kompetensi Pengemudi Bus

Kompas.com - 15/03/2021, 10:02 WIB
Direktur Pembinaan Keselamatan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, berdialog dengan pengemudi bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) saat melakukan ramp check menjelang Lebaran 2018. Dok. Dit Pembinaan Keselamatan KemenhubDirektur Pembinaan Keselamatan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, berdialog dengan pengemudi bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) saat melakukan ramp check menjelang Lebaran 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kecelakaan maut bus di Tanjakan Cae, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terjadi belum lama ini. Bus pariwisata itu kehilangan kendali sehingga terperosok ke dalam jurang sedalam 20 meter.

Setelah penelitian, pihak berwenang menyimpulkan, salah satu yang menjadi penyebab kecelakaan ini adalah salah pengoperasian bus. Pengemudi terlalu mengandalkan rem kaki di jalanan menurun panjang, sehingga kampas overheat dan tidak bisa menghentikan roda bus.

Kecelakaan ini menyelisik perhatian Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi. Budi mengatakan, tanggung jawab soal kompetensi pengemudi bus ada pundak Kemenhub Dirjen Hubdat.

Baca juga: Polisi Razia Knalpot Bising Lagi, Ada yang Berisik Langsung Diembat

Bus AKAP PO SAN lewati Sitinjau LauikKoropak.co.id Bus AKAP PO SAN lewati Sitinjau Lauik

“Saya akan memulai untuk memperbaiki semuanya. Supaya kemudian masyarakat kembali naik bus,” ucap Budi dalam acara Opening Ceremony Perpalz Goes To Sumatera, Minggu (15/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian mengenai meningkatkan kompetensi pengemudi bus, Budi mengatakan kalau hal tersebut sedang dalam pembahasan. Bersama dengan Direktur Angkutan Jalan Dirjen Hubdat, sudah menyiapkan keterampilan yang nantinya diajarkan ke pengemudi bus.

“Enggak usah terlampau banyak yang kita berikan keterampilan dan kemampuannya, satu saja dulu. Khususnya untuk pengemudi bus yang melewati jalan seperti Lahat – Pagaralam, yang high risk (jalur ekstrem),” kata Budi.

Baca juga: Honda Pispot C50 Makin Antik Makin Dicari, Tembus Puluhan Juta Rupiah

Kemudian dari Kampar ke Bukittinggi, sekitar Bandung, Lembang, Puncak dan sekitarnya. Salah satu keterampilan yang diberi yakni soal rem, mengingat banyak terjadinya kecelakaan yang disebabkan human error.

“Dari evaluasi kita, beberapa kecelakaan yang terjadi itu adalah karena pengemudi yang kurang terampil pada saat dihadapkan dengan kontur jalan yang seperti itu (tanjakan dan turunan), kapan harus mengerem atau memindahkan transmisi,” ucapnya.

Bangkai Bus Tri Padma Kencana berhasil dievakuasi dari jurang di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang. Bus disimpan di kantor Satlantas Polres Sumedang untuk penyelidikan lebih lanjut, Jumat (12/3/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.comKOMPAS.COM/AAM AMINULLAH Bangkai Bus Tri Padma Kencana berhasil dievakuasi dari jurang di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang. Bus disimpan di kantor Satlantas Polres Sumedang untuk penyelidikan lebih lanjut, Jumat (12/3/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

Bahkan, Budi mengatakan, kalau perlu semua perusahaan itu harus punya sertifikat kompetensi untuk pengemudinya. Tetapi, sertifikat kompetensi ini juga jangan sampai membebani, misalnya harus membayar pelatihan yang mahal.

“Kalau perlu, kegiatan itu didukung dari anggaran kita dari pemerintah. Kalau memang saya bisa, kita lakukan,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.