Penjualan Mobil di Februari 2021 Anjlok, Dampak Wacana Insentif PPnBM

Kompas.com - 12/03/2021, 16:41 WIB
 Ilustrasi penjualan mobil. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi penjualan mobil.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat realisasi penjualan mobil secara bulanan pada Februari 2021 melemah sampai 15 persen.

Hal ini terjadi seiring dengan wacana pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) bagi pembelian mobil baru dengan kategori tertentu yang berlaku mulai 1 Maret 2021.

Demikian dijelaskan oleh Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi saat dihubungi, Kamis (11/3/2021). Meski begitu, tren ini dipercaya tidak akan bertahan lama.

Baca juga: Insentif PPnBM, Industri Otomotif Nasional Ditargetkan Pulih 2023

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

"Tentu, beberapa calon pembeli menahan belanja dahulu karena ada insentif PPnBM sampai 100 persen. Wajar saja, tapi pasti akan naik lagi saat berlaku efektif per-Maret 2021," ujar dia.

Pernyataan ini diperkuat oleh laporan Kementerian Perindustrian yang menyatakan bahwa pada tiga hari pertama pemberian insentif PPnBM, para pabrikan mengalami kenaikan permintaan sampai 50 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya saja tidak dijelaskan secara rinci volume peningkatan terkait. Tapi diyakinkan kalau langkah pemerintah untuk memberikan relaksasi pada sektor otomotif bisa berdampak positif terhadap industri dimaksud dan ekonomi nasional.

“Kami sudah memeriksa pada produsen kendaraan 3-4 hari setelah berlakunya PPnBM. Sekitar tanggal 4 Maret 2021 Kami ketemu mereka dan dilaporkan rata-rata terjadi peningkatan dari purchase order di atas 50 persen,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita belum lama ini.

Baca juga: Tak Perlu Ribet, Begini Cara Daftar SIM secara Online

 

Ilustrasi penjualan mobilKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi penjualan mobil

Adapun capaian penjualan dari pabrik ke diler atau wholesales pada Februari 2021, turun 7,5 persen dari bulan sebelumnya, atau 52.909 unit menjadi 49.202 unit.

Sementara dibandingkan tahun lalu, perlambatan yang terjadi sangat dalam yakni minus 61,9 persen dari 79.644 unit.

Sedangkan pada sisi penjualan ritel bulanan, turun 15 persen atau dari 53.996 unit menjadi 46.943 unit. Secara tahunan, tak jauh berbeda yaitu anjlok 65,9 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.