Sanksi Tarif Parkir Uji Emisi Juga Berlaku bagi Kendaraan Luar DKI

Kompas.com - 11/03/2021, 08:02 WIB
Sanksi tarif uji emisi di DKI Jakarta INSTAGRAM/DINAS LINGKUNGAN HIDUPSanksi tarif uji emisi di DKI Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Walau masih tahap percobaan, namun dipastikan implementasai sanksi tarif parkir tertinggi bagi kendaraan pribadi yang tak lulus atau belum uji emisi, bakal berlaku di 2021.

Hingga saat ini, persiapan pelaksanaanya dari Pemerintah Provinsi (Pempro) DKI Jakarta, hanya tinggal menunggu sinkronisasi dan validasi data kendaraan. Bila semua sudah terintegrasi maka segera dieksekusi.

Penting diketahui, sanksi disinsentif tarif parkir tak hanya berlaku bagi kendaraan asal Jakarta atau pelat B saja, namun juga untuk kendaraan luar DKI.

Baca juga: Sanksi Tarif Parkir Tertinggi Uji Emisi Tinggal Tunggu Validasi Data

"Betul, karena sifatnya berlaku umum. Jadi acuan dan cakupannya bagi semua kendaraan yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta saja," ucap Tiyana Brotadi, Kepala Seksi (Kasie) Penanggulangan Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/3/2021).

Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021

"Saat ada kendaraan dari luar jakarta atau pelat luar, tapi beroperasi di DKI dan belum terdata lulus uji emisi, otomatis akan kena sanksi tarif tertinggi saat parkir," kata dia.

Tak hanya itu, berdasarkan perkembangan terakhir, Tiyana mengatakan saat ini uji coba sanksi tarif ditiga lahan parkir tersebut juga sudah bisa mendeteksi sepeda motor.

Baca juga: Sanksi Tarif Parkir, Ingat Ini Syarat Lulus Uji Emisi Kendaraan di DKI

Artinya, bila ada motor yang belum lulus uji emisi atau sudah tiga tahun namun belum mengukiti uji emisi, juga akan dikenakan disinsentif parkir tersebut.

Uji Emisi Kendaraan Gratis jelang implementasi sanksi pada 24 Januari 2021KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Uji Emisi Kendaraan Gratis jelang implementasi sanksi pada 24 Januari 2021

"Baru open data minggu lalu, jadi saat ini motor yang telah lulus dan tidak sudah bisa dibaca sistem perparkiran. Tinggal nanti dikembangkan terus data serta validasinya," kata Tiyana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.