Sanksi Tarif Parkir Tertinggi Uji Emisi Tinggal Tunggu Validasi Data

Kompas.com - 10/03/2021, 13:51 WIB
Uji Emisi Kendaraan Bermotor di Kantor DLH Jakarta KOMPAS.COM/STANLY RAVELUji Emisi Kendaraan Bermotor di Kantor DLH Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan uji coba penerapan sanksi parkir tertinggi bagi kendaraan yang tak lulus uji emisi, atau belum melakukan uji emisi.

Hingga saat ini, sudah ada tiga lokasi parkir uji coba disinsentif tarif bagi kendaraan yang belum uji emisi. Ketiganya berada di Pelataran Parkir Samsat Daan Mogot, Pelataran Parkir IRTI Monas, dan Gedung Parkir Blok M.

Penerapan sanksi tarif tertinggi untuk parkir sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 66 tahun 2020. Sementara sistem pengenaan tarif dimonitor berdasarkan data kendaraan yang telah lulus uji emisi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Baca juga: Sanksi Tarif Parkir Uji Emisi Akan Diterapkan di Mal dan Perkantoran

Sanksi tarif uji emisi di DKI JakartaINSTAGRAM/DINAS LINGKUNGAN HIDUP Sanksi tarif uji emisi di DKI Jakarta

Kepala Unit Pelaksana (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta Adji Kusambarto mengatakan, sanksi diterapkan bagi kendaraan pribadi yang tidak lulus atau belum melakukan uji emisi.

Untuk besaran tarif parkir tertingginya sendiri, berdasarkan Pergub 31 Tahun 2017, yakni sebesar Rp 7.500 per jam. Artinya, bagi kendaraan yang tak lulus uji atau belum melakukan tes emisi gas buang, akan langsung dikenakan tarif tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tarif maksimalnya Rp 7.500 per jam. Jadi tinggal disesuaikan nanti mobil itu parkirnya berapa lama, lalu dikalikan dengan tarif tertingginya. Sekarang kita baru uji coba ditiga lokasi, tapi nanti kalau sudah terintegrasi diterapkan di semua lokasi," ucap Adji kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021

Menurut Adji, meski belum bisa mengatakan secara detail kapan pemberlakukan sanksi tarif tertinggi resmi diterapkan, tapi sejauh ini tahapan sinkronisasi data sudah mulai berjalan. Baik data dari DLH dan juga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Baca juga: Sanksi Tarif Parkir, Ingat Ini Syarat Lulus Uji Emisi Kendaraan di DKI

Validasi data memang menjadi hal yang cukup krusial, karena harus melalui beberapa tahapan. Namun bila semua sudah selesai, direncankan sanksi tarif juga akan berlaku di parkiran umum milik swasta.

"Nanti parkiran swasta juga akan diterapkan, tapi balik lagi kita masih menunggu validasi dan revisi dari Pergubnya. Bila sudah, artinya tinggal tahap sosialisasi lalu penerapan di mal-mal dan perkantoran lainnya," ujar Adji.

Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021

Seperti diketahui, uji emisi diwajibkan bagi kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, yang sudah memasuki usia tiga tahun lebih. Bila tidak, maka dikenakan sanksi disinsentif parkir, termasuk juga ada penegakan hukum berupa tilang dari kepolisian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.