Marc Marquez Tak Salahkan Dokter dan Honda Atas Kondisinya

Kompas.com - 26/02/2021, 07:42 WIB
Marc Marquez Foto: Twitter Marc Marquez Marc Marquez

ANDORRA, KOMPAS.com - Marc Marquez mengatakan tidak menyalahkan tim dokter atas kondisinya. Marc menyebut yang dialaminya merupakan konsekuensi dari banyak hal.

Seperti diketahui mimpi buruk Marc dimulai saat kecelakaan di seri pembuka Jerez 2020. Tapi setelah dioperasi beberapa hari kemudian dia mencoba ikut seri Andalusia 2020.

Banyak tudingan bahwa Honda dan tim dokter terlalu terburu-buru mengizinkannya naik motor. Sampai akhirnya Marc menjalani operasi kedua karena pelat penyangganya patah.

"Saya harus menerimanya. Itu adalah konsekuensi dari banyak hal. Keputusan akhir ada di tangan saya," kata Marc mengutip Motorsport-Total.com, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Marc Marquez Sempat Stres Cederanya Tak Kunjung Pulih

Marc Marquez dengan livery untuk MotoGP 2021Dok. Repsol Honda Marc Marquez dengan livery untuk MotoGP 2021

"Saya merasa bahwa saya dapat melakukannya. Saya harus belajar dari itu di masa depan. Untungnya sekarang semuanya berkembang jadi baik-baik saja," katanya.

Marc mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan keputusan bersama antara dirinya, Honda dan tim dokter.

"Itu adalah keputusan bersama. Ketika saya menjadi juara dunia, saya berbicara tentang tim dan orang-orang di sekitar saya. Jika Anda membuat kesalahan, Anda harus membicarakan segalanya. Tentu saja, keputusan terakhir ada di tangan saya," katanya.

"Ketika Honda, tim, dan saya punya perasaan yang baik dari para dokter, maka tentu saja saya mencobanya. Semua orang tahu saya pebalap. Jika dokter mengatakan saya bisa mencobanya, maka saya mencobanya," katanya.

Baca juga: Marc Marquez Optimistis Balapan di MotoGP Qatar 2021

Kondisi Marc Marquez pasca operasi ketiganyaTangkapan layar Instagram @marcmarquez93 Kondisi Marc Marquez pasca operasi ketiganya

"Tapi saya tidak ingin menyalahkan para dokter. Kami telah mengambil risiko dengan cedera lain di masa lalu. Jika semuanya berjalan dengan baik, maka itu adalah keajaiban dan saya adalah manusia super," kata Marc.

Marc menegaskan tidak menyalahkan tim dokter atas kondisinya. Tapi dia mengakui bahwa mencoba balapan di Andalusia 2020 alias Jerez 2 merupakan keputusan yang tergesa-gesa.

"Tentu saja itu adalah pengalaman baru bagi saya pribadi. Tentu saja itu adalah sebuah kesalahan untuk balapan di Jerez," katanya.

"Tetapi jika saya tidak mengemudi di sana, saya akan mencoba Brno. Itu akan menjadi kesalahan yang sama karena tulang patah jadi dua. Tidak juga menjadi lebih baik," kata Marc.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X