Insentif Pajak dan DP 0 Persen Jadi Kunci Industri Otomotif Tetap Jalan

Kompas.com - 19/02/2021, 10:12 WIB
Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot NugrohoPekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah terus berupaya meningkatkan pertumbuhan sektor otomotif dengan berbagai cara. Setelah melahirkan skema insentif PPnBM, baru-baru ini rencana DP 0 persen kabarnya akan bergulir Maret 2021.

Hamdani Dzulkarnaen Salim, Ketua Umum Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM), mengatakan, hal ini dapat menjadi awal dari kebangkitan pasar domestik.

Dengan meningkatnya penjualan kendaraan, diharapkan bakal berefek positif bagi pertumbuhan industri komponen.

Baca juga: Jadi Makin Murah, Ini Deretan Mobil Daihatsu yang Dapat Relaksasi Pajak

Ilustrasi produksi AHM.Donny Apriliananda Ilustrasi produksi AHM.

Menurutnya, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 2,07 persen pada 2020, dan industri otomotif menjadi salah satu sektor yang terdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat serta penundaan pengeluaran.

“Pasar otomotif roda empat mengalami penurunan sebesar 48,3 persen sehingga hanya menjadi di level 532.027 unit. Dan untuk roda dua mengalami penurunan sebesar 43,6 persen, dengan total pasar hanya di level 3.660.616 unit,” ujar Hamdani, dalam pembukaan IIMS Virtual, Kamis (18/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Industri komponen mengalami penurunan seiring dengan produksi pabrikan terutama di kuartal II/2020. Kondisi ini sudah mulai membaik sejak kuartal III, tetapi masih belum ke level seperti sebelum pandemi,” katanya.

Baca juga: 3 Mobil Baru Honda Siap Meluncur Siang Ini di Indonesia

Ilustrasi suku cadang dan komponen mobilKOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Ilustrasi suku cadang dan komponen mobil

Hamdani menambahkan, pihaknya berharap kondisi tahun 2021 akan jauh lebih baik, dengan perkembangan pasar yang signifikan.

Pihaknya juga berharap, bahwa segala upaya yang dilakukan pemerintah, maupun swasta dengan penyelenggaraan pameran, dapat membangkitkan animo masyarakat untuk menghentikan penundaan pembelanjaan.

Serta dapat menggairahkan penjualan otomotif domestik dengan dukungan dari berbagai lembaga pembiayaan.

“Kunci agar industri komponen hidup kembali adalah pasar harus tetap berjalan. Penjualan kendaraan roda empat dan roda dua harus diupayakan bertumbuh,” ucap Hamdani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X