Mengenal Apa Itu Propeller Shaft pada Transmisi Mobil

Kompas.com - 10/02/2021, 11:42 WIB
Propeller shaft KLASOTOMOTIFPropeller shaft

JAKARTA, KOMPAS.com – Bahasan Otopedia kali ini yaitu meliputi propeller shaft atau poros propeler. Poros propeler ini bisa terlihat seperti batang yang bergerak memutar di bagian kolong kendaraan.

Biasanya kendaraan dengan mesin depan dan penggerak roda belakang memakai poros propeler. Poros propeler berfungsi untuk memindahkan atau meneruskan tenaga dari transmisi ke differential.

Mengutip dari buku “Teori dan Reparasi Sistem Pemindah Tenaga” karangan Wuyung Setyono dan Daryanto, basanya poros propeler dibuat dari tabung pipa baja yang memiliki ketahanan terhadap gaya puntiran atau bengkok.

Baca juga: Pemain Baru Bus AKAP Jakarta-Malang, Pakai Kursi Leg Rest Lipat


Dalam poros propeler, terbagi dari beberapa bagian. Pertama ada slip yoke yang menghubungkan poros keluaran transmisi ke universal joint. Lalu ada universal joint yang berfungsi untuk meredam perubahan sudut dan melembutkan perpindahan tenaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Poros propeler dibuat sedemikian rupa agar bisa memindahkan tenaga dari transmisi ke differential sehalus mungkin tanpa dipengaruhi kondisi jalan dan beban kendaraan. Untuk merawatnya, lakukan pemeriksaan terhadap getaran dan bunyi pada poros propeler.

Caranya, mengangkat roda penggerak, lalu nyalakan mesin kendaraan sambil masukkan gigi transmisi. Naikkan putaran mesin secara bertahap dan amati poros propeler apakah mengeluarkan suara atau getarnya berlebihan.

Baca juga: Ulasan Lengkap Tes Honda PCX 160, Beda Jauh dengan PCX 150?

Jika ada bunyi dan getaran, lakukan pemeriksaan baut-baut pengikat dan atau lepaskan unit propeler dan lakukan pemeriksaan unit. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin memeriksa kondisi poros propeler.

Diantaranya kebengkokan poros propeler depan dan belakang, keausan dan kekocakan bantalan spider, clearance antara universal joint spider dan needle roller bearing, keausan dan kerusakan center support bearing.

Lalu keausan alur sleeve yoke, keausan ujung propeller shaft, karet bushing, dan keseimbangan poros propeler.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X