Kejar Standar Emisi Euro 4, BBM Ini Harus Dihapus

Kompas.com - 04/02/2021, 07:22 WIB
Bengkel uji emisi kendaraan KOMPAS.com/RulyBengkel uji emisi kendaraan

JAKARTA, KOMPAS.comPolusi udara yang masih cukup tinggi salah satunya disebabkan karena pengunaan jenis bahan bakar di bawah standar.

Padahal untuk mengejar standar emisi Euro 4 yang mulai diimplementasikan sejak April 2017, diperlukan jenis BBM dengan minimal angka oktan (RON) 91 dan angka cetane number (CN) 51.

Syarat ini sesuai dengan Peraturan Menteri LHK P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau Standar Emisi Euro 4.

Baca juga: Beredar Desain Yamaha X-Ride 155 untuk Tandingi Honda ADV 150

Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021

Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), mengatakan, ada empat jenis BBM yang harus dihapus untuk menekan polusi udara. Di antaranya adalah Pertalite 90, Premium 88, Solar 48, dan Dexlite 51.

Rencana ini perlu direalisasikan karena masih banyak kendaraan bermotor yang menggunakan jenis bahan bakar di bawah standar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi KPBB juga mencatat, kendaraan bermotor masih menjadi salah satu penyumbang polusi udara. Di mana pada 2019 ada 146 juta kendaraan yang digunakan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Pesan Mitsubishi Pajero Sport Facelift Sudah Bisa, Siapkan Rp 5 Juta

 Ilustrasi SPBU Pertamina. (DOK. Pertamina) Ilustrasi SPBU Pertamina.

Dari jumlah tersebut, sepeda motor menyumbang 120 juta unit, mobil penumpang 16 juta unit, truk 8,2 juta unit, dan bus 985.000 unit.

“Jadi jika ingin efisiensi BBM, kita harus memainkan hal yang strategis, yaitu sepeda motor,” ujar Ahmad atau yang biasa dipanggil Puput, dalam webinar (2/2/2021).

“Konsekuensinya adalah penggunaan BBM yang tidak memenuhi syarat untuk kendaraan standar Euro 4 harus dihentikan,” katanya.

Baca juga: Meluncur di Jiran, Fortuner Facelift Usung Mesin dan Fitur Baru

Ilustrasi gas buang kendaraanwww.autoevolution.com Ilustrasi gas buang kendaraan

Untuk diketahui, emisi Euro merupakan standar emisi yang digunakan negara Eropa untuk memperbaiki kualitas udara.

Semakin tinggi standar Euro, maka kian kecil kandungan gas karbon dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, dan partikel lain yang berdampak negatif buat mahkluk hidup.

“Jadi ke depannya produsen BBM cukup memproduksi dua jenis bensin, yaitu RON minimal 91 dan 95 dengan kandungan sulfur maksimal 50 ppm,” ucap Puput.

“Serta dua jenis solar dengan cetane 51 atau 53 dengan kandungan sulfur maksimal 300 ppm dan 50 ppm, sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.