8 Pola Pikir yang Salah Saat Berkendara, Jadi Penyebab Kecelakaan

Kompas.com - 01/02/2021, 19:41 WIB
Ilustrasi kecelakaan SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu yang menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya adalah pengendara yang kurang antisipasi terhadap kondisi jalan.

Menurut Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, semua itu dipicu karena sebagian besar pengguna jalan raya di Indoensia saat ini masih memiliki pola pikir yang keliru.

“Pola pikir saat di jalan raya ini lebih penting daripada keterampilan mengemudi atau berkendara dalam menentukan keselamatan di jalan,” ucap Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada Kompas.com, Minggu (31/1/2021).

Baca juga: Tips Merawat Helm Pakai Pinlock ala NHK

Menurut Jusri, setidaknya ada 8 pola pikir salah yang lazim ditemui pada pengguna jalan, yakni:

Pengendara melintas di jalan layang Pancoran usai dibuka di Jalan Layang Pancoran, Jakarta, Selasa (16/01/2018). Petugas Kepolisian dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan pembukaan arus lalu lintas jalan layang Pancoran sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan di jalan protokol Ibu KotaKOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Pengendara melintas di jalan layang Pancoran usai dibuka di Jalan Layang Pancoran, Jakarta, Selasa (16/01/2018). Petugas Kepolisian dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan pembukaan arus lalu lintas jalan layang Pancoran sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan di jalan protokol Ibu Kota

1. Jalan raya adalah sarana umum, yang seperti sarana umum lainnya, seperti lapangan bola, telepon umum, halte bus, sudah minim risiko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, faktanya, angka kematian di jalan raya makin tinggi dari tahun ke tahun, dan bahkan sudah menjadi tiga besar penyebab kematian utama di dunia.

"Jalan raya adalah tempat yang sangat berbahaya dan segala macam pengguna jalan dengan berbagai tingkat pengetahuan, pola pikir, kondisi fisik, kondisi psikologis, dan keterampilan berbeda-beda bercampur jadi satu," kata Jusri.

2. Jalan raya telah diatur oleh polisi, sehingga keselamatannya terjamin.

Faktanya, polisi tidak mungkin mengawasi dan mengatur perilaku berkendara para pengguna jalan di setiap jengkal dan sudut jalan raya. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab individu setiap pengguna jalan.

Polisi lalu lintas.Thinkstock Polisi lalu lintas.

3. Mengoperasikan kendaraan bermotor (baik mobil maupun sepeda motor) di jalan raya adalah hal biasa, sehingga tidak membutuhkan persyaratan khusus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.