Kompas.com - 01/02/2021, 17:31 WIB
Toyota Prius PHEV Kompas.com Otomotif Challenge (KOC) KOMPAS.comToyota Prius PHEV Kompas.com Otomotif Challenge (KOC)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Peralihan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di dalam negeri masih menemui tantangan tersendiri.

Di samping harga yang masih cukup tinggi dan terbatasnya infrastruktur pendukung, tata cara serta biaya perawatan pun jadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya.

Apalagi, tak sedikit kabar beredar soal anggapan perawatan baterai yang cukup sulit dan mahal, serta rentannya kerusakan di bagian motor penggerak. Lantas, benarkah demikian?

Baca juga: Persiapan Transaksi Tol Tanpa Berhenti Dimulai Tahun Ini

Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai IoniqKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq

General Manager Service PT Hyundai Motors Indonesia, Putra Samiaji mengatakan bahwa pemilik dan pengguna mobil listrik sejatinya tidak perlu khawatir karena perawatan kendaraan sangatlah mudah.

"Kendaraan listrik masih butuh servis berkala. Tetapi uniknya durasi atau interval servis lebih efisien dan murah seiring sedikitnya komponen di kendaraan tersebut. Kira-kira, servis di tiap 15.000 kilometer," katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara rinci, pengecekkan mobil ini terbagi dalam dua jenis yakni perawatan umum dan khusus.

Pada perawatan umum, pemeriksaannya meliputi sistem pendingin, diagnostik, air pendingin, oil reduction gear, kondisi baterai, jalur selang rem, pedal rem, dan rem parkir.

Sementara perawatan khusus meliputi minyak rem, disc brake dan brake pad, steering gear rack, driveshaft, ban, ball joints suspense depan, baut dan mur di sasis, cairan refrigerator AC, kompresor AC, filter udara AC, serta ERA-GlONASS system baterai (opsional atau sesuai kebutuhan).

Baca juga: Selama Pandemi Covid-19 Banyak Pembeli Mobil yang Ikut Lelang Online

Menggunakan baterai jenis lithium-ion, Lexus UX 300e memiliki motor listrik berkapasitas 54,3 kilowatt per jam (kWh) yang dapat menghasilkan 201 horsepower dan torsi 300 Newton meter (Nm).DOK. LEXUS INDONESIA Menggunakan baterai jenis lithium-ion, Lexus UX 300e memiliki motor listrik berkapasitas 54,3 kilowatt per jam (kWh) yang dapat menghasilkan 201 horsepower dan torsi 300 Newton meter (Nm).

"Bagi fluida seperti baterai cooler (pendingin baterai) diganti tiap 60.000 kilometer. Serta, jangan lupa untuk mengecek rem dan olinya," papar dia.

"Memang kendaraan ini tidak ada engine running, tetapi dia punya motor penggerak roda yang butuh pelumas. Jadi butuh sekitar 1 liter dan tidak perlu pergantian berkala," lanjut Putra.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X