Masih Sering Ditemui Pengemudi yang Anteng di Lajur Kanan Jalan Tol

Kompas.com - 19/01/2021, 17:22 WIB
Ilustrasi: Jalan tol ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.Ilustrasi: Jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com – Tol merupakan jalan bebas hambatan yang terdiri dari beberapa lajur. Biasanya lajur paling kanan dibuat khusus untuk menyalip kendaraan yang lebih lambat di sisi kiri.

Namun sayangnya, masih ada saja pengemudi yang anteng atau tetap di lajur paling kanan padahal tidak sedang ingin menyalip siapa-siapa. Pengemudi yang seperti ini yang sebenarnya bisa mengganggu kelancaran di jalan tol.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, pengemudi yang anteng di lajur kanan berpikiran kalau jalan tol dipenuhi oleh truk yang lambat, sehingga satu-satunya cara adalah tetap di lajur paling kanan.

Baca juga: PPnBM Baru Berlaku Tahun Ini, Honda Brio Mau Bertahan Populer

Pekerja mengerjakan pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/10). PT Jasa Marga berencana melakukan penutupan sebagian lajur Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek di sekitar Kilometer 46 mulai Senin (9/10) malam, pada pukul 23.00 hingga 05.00 Wib karena akan ada pemasangan Pier Head jembatan layang proyek pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek II (elevated toll). ANTARA FOTO/Risky Andrianto/ama/17ANTARA FOTO/Risky Andrianto Pekerja mengerjakan pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/10). PT Jasa Marga berencana melakukan penutupan sebagian lajur Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek di sekitar Kilometer 46 mulai Senin (9/10) malam, pada pukul 23.00 hingga 05.00 Wib karena akan ada pemasangan Pier Head jembatan layang proyek pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek II (elevated toll). ANTARA FOTO/Risky Andrianto/ama/17

“Seolah-olah mereka tabu untuk berada di lajur kiri. Padahal lajur kiri adalah lajur paling aman, memiliki kecepatan rata-rata sekitar 60 kpj dan terhindar dari risiko mobil selip dari arah berlawanan,” ucap Sony kepada Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sony mengatakan, banyak pengemudi yang tidak paham bahwa lajur paling kanan hanya untuk mendahului. Selain itu, diam di lajur paling kanan juga risikonya bahanya besar, karena masih banyak mobil yang lebih kencang.

“Pengemudi yang diam di lajur kanan ini menyangkut ego. Cara berfikir mereka yang selalu ingin lancar dan cepat,” kata Sony.

Baca juga: Penumpang Perokok yang Semakin Terkucil di Bus AKAP

Secara umum, ada tiga lajur di jalan tol, setiap lajur tersebut ada kecepatannya masing-masing, disesuaikan dengan batas kecepatan. Misalnya lajur 1 di sebelah kiri kecepatannya 60 kpj, lajur 2 untuk 80 kpj dan lajur 3 atau kanan, hanya untuk mendahului dengan kecepatan maksimal 100 kpj.

Etika mengenai lajur dan kecepatannya ini sebenarnya sudah banyak diketahui orang, tapi sayangnya sering diabaikan,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.