PPnBM Baru Berlaku Tahun Ini, Honda Brio Mau Bertahan Populer

Kompas.com - 19/01/2021, 07:02 WIB
LCGC Brio Satya Stanly/KompasOtomotifLCGC Brio Satya

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan merealisasikan harmonisasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) pada tahun ini sesuai dengan mandat yang tertera pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 2019.

Melalui aturan tersebut, seluruh kelompok kendaraan bermotor di Tanah Air akan mengalami penyesuaian harga tak terkecuali bagikendaraan bermotor roda empat hemat energi dan harga terjangkau (KBH2 atau LCGC) atau yang kerap dijuluki mobil murah oleh sebagian konsumen.

Bila ditetapkan, maka mobil murah alias LCGC tidak lagi mendapatkan keistimewaan pajak digantikan oleh mobil listrik berbasis baterai. Mobil murah bakal terkena pajak sebesar 3 persen dengan ketentuan konsumsi BBM paling rendah 20 kilometer per liter atau tingkat CO2 sampai dengan 120 gram per km serta kapasitas silinder hingga 1.200 cc.

Baca juga: Daftar Mobil Terlaris 2020, Penjualan Brio Kalahkan Avanza

Daihatsu Ayla, Honda Brio, dan Toyota Agya adalah para pemain di segmen LCGCGRIDOTO.com/RIANTO PRASETYO Daihatsu Ayla, Honda Brio, dan Toyota Agya adalah para pemain di segmen LCGC

Perhitungan ini didapat dari pengenaan PPnBM sebesar 15 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak 20 persen dari Harga Jual (15 persen x 20 persen).

Kendati demikian, Honda Indonesia mengaku tidak begitu gusar dengan popularitas Brio yang tengah mengalami peningkatan selama 2020 dan terus jadi tulang punggung penjualan Honda di dalam negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Benar, harmonisasi PP Nomor 73/2019 akan berlaku per Oktober 2021. LCGC naik 3 persen dan kita berbicara bukan CC (kapasitas mesin) atau jenis kendaraan tapi kandungan CO2," ucap Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, Yusak Billy dalam diskusi virtual, Senin (18/1/2021).

"Tapi, ini bukan hanya Honda yang mengalaminya tapi seluruh pemain. Tentu, seluruh kendaraan LCGC akan mengalami penyesuaian harga," lanjut dia.

Baca juga: Strategi Honda Antarkan Brio Bisa Kalahkan Toyota Avanza di 2020

Ilustrasi  All New Honda Brio SatyaDok. GridOto Ilustrasi All New Honda Brio Satya

Alasan lainnya, kata Billy lagi, kendaraan serupa seperti mobil keluarga 7-penumpang atau low multi purpose vehicle (LMPV) yang diisi oleh Toyota Avanza, Honda Mobilio, sampai Mitsubishi Xpander bakal alami penyesuaian juga.

"Jadi saya rasa tidak akan terjadi pergeseran (pembeli LCGC ke LMPV) karena harganya tetap bersaing. LMPV yang 10 persen pajaknya naik ke 15 persen," ujarnya

"Tetapi pastinya, peta persaingan otomotif nasional akan semakin menarik di samping kendaraan yang semakin ramah lingkungan. Kami semaksimal mungkin mengikuti aturan PPnBM yang baru dan menyajikan kendaraan yang sesuai dibutuhkan pasar," tutup Billy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X