Sejarah Mobil Listrik di Dunia, Plus Cerita Tucuxi Dahlan Iskan

Kompas.com - 04/01/2021, 18:01 WIB
Mini Klasik yang dikonversi menjadi mobil listrik oleh Swindon Powertrain. AUTOCAR.co.ukMini Klasik yang dikonversi menjadi mobil listrik oleh Swindon Powertrain.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan dunia otomotif terus mengalami kemajuan yang pesat. Hal ini ditandai dengan kemunculan kendaraan-kendaraan dengan berbagai fitur canggih dan peralihan mobil bertenaga bahan bakar minyak (konvensional) menjadi tenaga listrik.

Negara-negara di seluruh dunia juga sedang ramai-ramainya isu perpindahan mobil konvensional ke tenaga listrik.

Tidak terkecuali Indonesia yang sedang bersemangat untuk membuat langkah besar dalam penerapan kendaraan listrik.

Pada bahasan Otopedia kali ini tim redaksi KompasOtomotif akan membahas mengenai sejarah mobil listrik yang ada di dunia.

Baca juga: Motor Pakai Knalpot Racing, Jangan Marah Kalau Ditilang

Mobil listrik sangat populer pada abad ke 19 dan awal abad 20-an. Kemudian popularitasnya mulai meredup dengan hadirnya teknologi mesin pembakaran yang semakin maju dan harga kendaraan berbahan bakar bensin yang murah.

Dilansir dari caranddriver.com, Senin (4/12/2020), konsep mengenai mobil listrik sebetulnya sudah mulai ada sejak abad ke 18.

Beberapa ilmuan dan inovator dari Hungaria, Belanda, dan Amerika Serikat mulai berfokus dengan konsep kendaraan bertenaga baterai dan menciptakan beberapa mobil listrik namun dalam skala kecil.

Mobil listrik untuk anak-anak yang diproduksi oleh Bugatti dan The Little Car Company.Bugattibaby.com Mobil listrik untuk anak-anak yang diproduksi oleh Bugatti dan The Little Car Company.

Pada tahun 1832, seorang pria asal Inggris bernama Robert Anderson mengembangkan mobil roda tiga menggunakan baterai listrik. Temuan Anderson ini dianggap sebagai mobil listrik pertama di dunia.

Kemudian, akhir abad ke 18 di Amerika, mobil listrik buatan William Morrison yang merupakan ahli kimia sukses memulai debutnya pada tahun 1890.

Kendaraan buatannya mampu menampung hingga enam orang penumpang dan melaju dengan kecepatan 22 km per jam (kpj).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X