Tambal Ban Motor Tubeless Pakai Model Tusuk Bikin Ban Bunting?

Kompas.com - 29/12/2020, 18:21 WIB
Ilustrasi ban bocor tertusuk paku. Febri Ardani/KompasOtomotifIlustrasi ban bocor tertusuk paku.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sudah banyak motor saat ini yang memakai ban tubeless sebagai standar pabriknya. Ban tubeless dirasa lebih memudahkan pengendara, karena saat ban tertusuk benda tajam, udara tidak langsung habis.

Dengan begitu, pengendara bisa berjalan menuju tempat tambal ban untuk memperbaiki lubang tadi. Biasanya cara menambal ban tubeless menggunakan model string, atau memakai lem yang pemasangannya ditusuk ke ban.

Namun katanya, tambal ban model tusuk seperti ini yang sering ditemui di pinggir jalan bisa berbahaya bagi ban motor, benarkah begitu?

Baca juga: Ini Alasan Bus Lintas Sumatera Kerap Terlihat Kotor

Bagian dalam ban tube type (kiri) dan tubeless (kanan)Istimewa Bagian dalam ban tube type (kiri) dan tubeless (kanan)

Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban IRC Dodiyanto mengatakan, benar adanya tambal ban model tusuk bisa merusak komponen yang ada di dalam ban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ban itu terdiri dari beberapa lapisan, bisa dua sampai tiga ply atau benang nylon. Ketika model tusuk menembus sampai dalam ban, artinya merusak lapisan benang tadi,” ucap Dodiyanto kepada Kompas.com, Selasa (29/12/2020).

Rusaknya lapisan ini, membuat ban benjol atau bunting karena ada udara yang terjebak di dalamnya. Dodiyanto mengatakan, efek tidak langsungnya yaitu ban habisnya jadi tidak merata.

Baca juga: Bahas Tongkrongan SUV Premium Hyundai Palisade

Benjol pada ban akan muncul di sekitar bekas tambalan, bahkan bisa semakin membesar. Namun tambal ban model tusuk ini juga sebenarnya bisa aman bagi ban, selama lubangnya tidak besar.

“Selama menambalnya bagus dan angin enggak keluar, masih aman. Tapi kalau lubangnya besar, berisiko benjol,” kata Dodiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.