Amankah Pasang Spacer atau Adaptor di Pelek Mobil?

Kompas.com - 29/12/2020, 17:41 WIB
Spacer (kiri) dan proses pembuatan adaptor (kanan) di Gelora Teknik Sarinande, Fatmawati, Jakarta Selatan. Donny AprilianandaSpacer (kiri) dan proses pembuatan adaptor (kanan) di Gelora Teknik Sarinande, Fatmawati, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.comModifikasi yang paling mudah dan dampaknya signifikan yaitu dengan mengganti pelek. Ada berbagai model pelek aftermarket serta dengan spesifikasi PCD dan offset yang beragam.

Kadang ada kalanya ketika model pelek yang kita sukai, memiliki lubang baut yang berbeda atau ketika dipasang, tampilannya jadi kurang maksimal. Salah satu cara untuk mengakalinya yaitu dengan memasang adaptor atau spacer.

Dengan memakai adaptor, lubang baut bisa disamakan dengan pelek yang diinginkan. Keluar masuknya pelek dari bodi juga bisa disesuaikan dengan tebalnya spacer yang digunakan. Lalu apakah aman untuk menggunakan adaptor atau spacer ini?

Baca juga: Lima Bus Baru PO MPM dengan Sasis Hino

Suzuki Ertiga GL 2016 milik Putro Aji menggunakan pelek lansiran Zauber Mesh ukuran 17 inci.GridOto.com Suzuki Ertiga GL 2016 milik Putro Aji menggunakan pelek lansiran Zauber Mesh ukuran 17 inci.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi mengatakan, kalau dari APM, tentu saja tidak merekomendasi pemilik mobil untuk memakai adaptor atau spacer.

“Memakai adaptor atau spacer membuat pelek akan lebih keluar. Bisa pengaruh ke safety atau keselamatannya,” ucap Didi kepada Kompas.com, Selasa (29/12/2020).

Terkait keselamatan, adaptor dan spacer berpotensi membuat baut roda patah. Selain itu, bisa juga menimbulkan getaran saat mobil berjalan, dikarenakan specer-nya yang tidak seimbang atau balance.

Baca juga: Diskon Wuling Almaz Tembus Rp 30 Juta, CR-V Rp 25 Juta

“Dikhawatirkan roda bisa terlepas, karena titik beratnya bergeser,” kata Didi.

Sementara itu, pemilik toko ban dan pelek, Permaisuri Ban Wibowo Santosa mengatakan, memasang spacer pada pelek aman untuk dilakukan, selama proses pembuatan spacer-nya baik dan bagus.

“Ukuran maksimal spacer yang digunakan yaitu 2 cm. Kemudian selama baut dan mur masih memadai puntirnya, aman untuk digunakan,” kata Wobowo kepada Kompas.com.

Bahan spacer biasa dibuat dari aluminium atau besi dan ketebalannya pun beragam, mulai dari 3 mm sampai 10 mm. Namun perlu diingat, tidak disarankan untuk menggunakan spacer secara menumpuk.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X