Siapkah Perusahaan Energi Menyambut Kehadiran Mobil Listrik?

Kompas.com - 29/12/2020, 16:21 WIB
Ilustrasi SPKLU KOMPAS.com/RulyIlustrasi SPKLU
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Era mobil listrik sudah di depan mata. Sejumlah pabrikan mulai memasarkan kendaraan full elektrik di Indonesia.

Mulai dari Hyundai yang punya Ioniq EV dan Kona EV. Sementara Toyota punya Lexus UX 300 e. Tak ketinggalan BMW i3.

Walaupun penetrasi mobil listrik mulai bermunculan, namun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebetulnya belum tersebar merata.

Baca juga: Diskon Wuling Almaz Tembus Rp 30 Juta, CR-V Rp 25 Juta

Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.Toyota Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.

Padahal kehadiran mobil listrik tentu akan berdampak pada konsumsi energi listrik. Lantas, siapkah perusahaan energi menyambut kehadiran mobil listrik?

PT Kencana Energi Lestari (KEEN), sebagai salah satu penyedia energi baru terbarukan bagi PLN, turut membaca potensi ini.

Wilson Maknawi, Wakil Direktur Utama PT KEEN, mengatakan, kehadiran mobil listrik akan berdampak pada konsumsi listrik di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya.

Baca juga: Promo Akhir Tahun SUV Murah, Rush Diskon Rp 10 Juta, BR-V Rp 20 Juta

Pembangkit listrik tenaga angin.AFP/GETTY IMAGES/SLIM ALLAGUI Pembangkit listrik tenaga angin.

“Kalau soal kesiapan kita dengan kendaraan listrik di era mendatang, tentunya kami dari Kencana Energi, kami antisipasi untuk bisa berpartisipasi untuk suplai listrik ke PLN,” ujar Wilson, dalam webinar (28/12/2020).

“Kami bisa suplai listrik lebih banyak lagi, bisa antisipasi isu kekurangan listrik saat isu mobil listrik booming,” katanya.

Menurut Wilson, sebagai perusahaan energi pihaknya tentu pihaknya sudah berancang-ancang jika populasi mobil listrik akan bertambah.

Baca juga: Bahas Tongkrongan SUV Premium Hyundai Palisade

Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di FatmawatiPertamina Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati

“Ini pasti berdampak pada sistem kelistrikan di Indonesia, apalagi PLN di Jawa,” ucap Wilson.

“Tapi kalau kita sudah identify problemnya dan kita identify posibility-nya, dan pasti akan ke sana, pasti ada rencana PLN untuk menyuplai listrik pada lokasi-lokasi yang banyak mobil listrik nanti,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X