Survei di AS, Mobil Listrik Diminati tapi Pengisian Daya Jadi Perhatian

Kompas.com - 18/12/2020, 19:41 WIB
Hyundai memperkenalkan produk terbarunya, yakni Hyundai IONIQ Electric untuk mendukung kendaraan yang ramah lingkungan di Indonesia. Dok. Hyundai Motor CompanyHyundai memperkenalkan produk terbarunya, yakni Hyundai IONIQ Electric untuk mendukung kendaraan yang ramah lingkungan di Indonesia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Walaupun masih mahal dan punya sejumlah tantangan, kendaraan listrik tetap dipertimbangkan untuk dimiliki oleh sejumlah konsumen. Hal ini diungkap lewat survei yang dilakukan Consumer Reports di Amerika Serikat.

Dilansir dari situs resminya, 71 persen masyarakat mempertimbangkan untuk membeli satu kendaraan listrik pada masa mendatang.

Mereka yang memilih kendaraan listrik percaya bahwa teknologi ini dapat membantu mengurangi polusi dan mencegah perubahan iklim.

Baca juga: Jangan Memangku Anak di Sebelah Bangku Sopir Saat Pergi Berlibur

Ilustrasi Pabrik Tesla di ASreuters.com Ilustrasi Pabrik Tesla di AS

Namun mereka memang mempertimbangkan beberapa hal utama, seperti ketersediaan infrastruktur pengisian daya, jangkauan kendaraan, dan harga jual.

Masyarakat yang memilih kendaraan listrik juga meminta para produsen otomotif untuk menyediakan plug-in pick up electric dan varian SUV.

“Konsumen dapat menghemat banyak uang dalam jangka panjang dengan beralih ke EV,”ujar Chris Harto, Senior Sustainability Policy Analist di Consumer Report, seperti dikutip pada Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Mengapa Truk dan Bus Jarang Gunakan Lajur Paling Kiri di Tol?

Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di FatmawatiPertamina Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati

Dari hasil survei tersebut, disebutkan bahwa isu daya jangkau kendaraan dan ketersediaan stasiun pengisian daya menjadi perhatian utama buat pengemudi di AS.

Konsumen di Negeri Paman Sam menginginkan kendaraan listrik dapat menempuh jarak lebih dari 300 mil atau setara 483 km untuk sekali pengisian baterai hingga penuh.

Meskipun ada kekhawatiran tentang belum tersebarnya stasiun pengisian kendaraan listrik umum, sebanyak 71 persen pengemudi rupanya akan tetap melakukan pengisian daya di rumah.

Baca juga: Begini Bocoran SUV Listrik Toyota dengan Sasis e-TNGA

BMW i8 ikut ramaikan peresmian Formula E di Jakarta BMW i8 ikut ramaikan peresmian Formula E di Jakarta

Survei juga menyebutkan bahwa penghuni apartemen akan cenderung mengisi daya mobil listrik di stasiun pengisian kendaraan listrik umum.

Lebih dari setengah responden juga mendukung pengeluaran negara agar dipakai untuk membangun infrastruktur pengisian daya mobil listrik dan insentif untuk menurunkan harga mobil listrik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X