Begini Strategi Kementerian ESDM Galakkan Penggunaan Kendaraan Listrik

Kompas.com - 18/12/2020, 18:31 WIB
Kendaraan listrik yang mengikuti Jambore Kendaraan Listrik Nasional 2019 melintas di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019). Jambore yang diikuti oleh kendaraan listrik produksi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, ini menempuh jarak 900 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan listrik yang mengikuti Jambore Kendaraan Listrik Nasional 2019 melintas di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019). Jambore yang diikuti oleh kendaraan listrik produksi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, ini menempuh jarak 900 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merampungkan pembangunan 180 fasilitas pengisian daya baterai selama 2020. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menggenjot implementasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Kementerian ESDM sebelumnya menargetkan untuk membangun 2.456 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada 2025, dan akan terus ditingkatkan menjadi 7.146 titik pada 2030.

Menteri ESDM Arifin Tasrin, mengatakan, pembangunan SPKLU ini juga menjadi dukungan bagi pemerintah yang menargetkan 2,3 juta KBLBB diproduksi pada 2025, dengan rincian 2,13 juta unit merupakan motor listrik dan 2.200 unit mobil listrik.

Baca juga: Anomali Mobil Elektrifikasi di Tengah Pandemi

SPKLU Tesla di Mall Pacific PlaceKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda SPKLU Tesla di Mall Pacific Place

Sementara pada 2030 targetnya bisa mencapai 15 juta unit kendaraan listrik, sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

“Kementerian ESDM sedang menyusun grand strategi energi, salah satu programnya yaitu KBLBB dengan target penurunan impor BBM setara 77.000 barel per hari,” ujar Arifin, dalam konferensi virtual (17/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dari penggunaan 2 juta unit mobil dan 13 juta unit motor yang akan menghemat devisa 1,8 miliar dollar AS dan menurunkan 1,1 juta ton CO2 sampai tahun 2030,” katanya.

Baca juga: Kekhawatiran Orang bila Pindah ke Motor Listrik

Grab luncurkan 30 motor listrik dan 7 SPBKLU di Bali                    Grab Indoensia Grab luncurkan 30 motor listrik dan 7 SPBKLU di Bali

Sampai dengan 16 Desember 2020, Kementerian ESDM mencatat sejumlah komitmen dari pelaku usaha, termasuk penyedia transportasi terkait penyediaan KBLBB pada lima tahun mendatang.

Totalnya, para pelaku usaha berkomitmen merilis 19.000 unit mobil listrik dan 750.000 unit motor listrik, yang berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 283.000 ton.

Arifin juga mengatakan, agar dapat terus mencapai target yang telah ditetapkan, pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah maupun swasta, akan ikut mendorong penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“Indonesia memiliki potensi membuat kendaraan listrik karena teknologi dan komponen yang digunakan lebih sederhana daripada kendaraan konvensional. Hal ini menjadi kesempatan besar bagi industri otomotif dalam negeri,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.