Kekhawatiran Orang bila Pindah ke Motor Listrik

Kompas.com - 17/12/2020, 15:41 WIB
Vrent, penyewaan sepeda motor listrik Viar IstimewaVrent, penyewaan sepeda motor listrik Viar
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekhawatiran orang beralih ke sepeda motor listrik ialah soal pengisian daya. Banyak orang menilai motor listrik kurang praktis karena mesti dicas dan butuh waktu.

Hendro Sutono, pegiat motor listrik dan juru bicara Komunitas Sepeda Motor Listrik (Kosmik), mengatakan, kekhawatiran orang bakal kehabisan daya dan sulitnya listrik hanya masalah pola pikir.

"Kita terlalu terbiasa dengan listrik. Listrik ada di mana-mana, tapi kita menganggap itu tidak ada. Karena kita terlalu terbiasa. Setiap colokan ada aliran listrik kita bisa isi di mana saja," kata Hendro kepada Kompas.com, Minggu (13/12/2020).

Baca juga: Menangkis Keraguan Menggunakan Motor Listrik Sehari-hari

Hendro mengatakan, banyak sumber listrik untuk charging atau mengisi daya baterai. Hal itu sudah dia buktikan berdasarkan pengalamannya pribadi dan rekan-rekannya di komunitas.

"Buat saya pribadi, berdasarkan pengalaman, tidak perlu khawatir. Sangat beda dengan pompa bensin. Tetapi, pom bensin karena sulit kita jadi tahu titik-titiknya untuk mendapatkan bensin di mana saja," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau listrik justru karena banyak malah kita anggap tidak ada. Seperti udara yang banyak ini yang kita hirup. Sebetulnya udara banyak, tapi kita jadi merasa tidak ada," katanya.

Meski demikian, Hendro tidak menampik bahwa motor listrik bisa kehabisan daya di tengah perjalanan. Saat itu terjadi maka yang perlu dilakukan ialah mencari sumber listrik di tempat-tempat tertentu.

Baca juga: Baru, Gesits Trike Buat Difabel

"Pengalaman saya waktu kehabisan, karena kami kelasnya ialah motor dan sepeda, kami masih bisa ke fast food atau coffee shop. Beli kopi sambil numpang ngecas sejam. Numpang ngecas paling tidak sampai Rp 1.000, jadi tidak membebani restorannya," katanya.

Pola charging

Pola charging motor listrik sangat berbeda dari motor konvensional yang memakai bahan bakar minyak. Motor konvensional perlu tempat khusus untuk isi daya, sedangkan motor listrik tidak.

"Motor listrik justru kita isi waktu tidak digunakan. Misalkan saat kita tidur atau saat di kantor, atau saat di parkiran mall, jadi memang titik-titik charging ialah rumah, kantor, dan mall, atau hotel," katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.