Sosialisasi buat Penumpang Bus AKAP Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Antigen

Kompas.com - 18/12/2020, 17:51 WIB
Kondisi terminal Pulogebang Rabu (23/04). Imam SafiiKondisi terminal Pulogebang Rabu (23/04).

JAKARTA, KOMPAS.com – Regulasi untuk menunjukkan hasil rapid test antigen bagi yang ingin bepergian dengan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dari dan ke wilayah DKI Jakarta mulai diberlakukan, Jumat (18/12/2020).

Saat memasuki terminal, penumpang yang tidak membawa hasil rapid test antigen, tidak diperkenankan untuk melanjutkan perjalanannya. Namun kejadian di lapangan, masih ada penumpang dan kru bus yang tidak membawa syarat tersebut.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengatakan, untuk terminal yang ada di DKI Jakarta, masih dilakukan sosialisasi terlebih dahulu sampai Minggu, (20/12/2020).

Baca juga: Kekhawatiran Orang bila Pindah ke Motor Listrik

Penumpang bus tujuan Jakarta menunggu keberangkatan di terminal bayangan Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan mengatakan, puncak arus balik libur panjang cuti bersama menuju Jakarta di berbagai daerah akan terjadi pada Minggu (1/11/2020) malam ini.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Penumpang bus tujuan Jakarta menunggu keberangkatan di terminal bayangan Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan mengatakan, puncak arus balik libur panjang cuti bersama menuju Jakarta di berbagai daerah akan terjadi pada Minggu (1/11/2020) malam ini.

“Kita masih dikasih kesempatan untuk memberangkatkan penumpang tanpa syarat hasil rapid test antigen sampai hari Minggu untuk sosialisasi,” ucap pria yang akrab disapa Sani kepada Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

Sani melanjutkan, dimulai tanggal 20 Desember 2020, semua wajib melengkapi surat rapid test antigen. Sosialisasi ini dilakukan karena terjadi kekacauan di Terminal Pulogebang Jumat pagi, karena penumpang yang sudah memiliki tiket tidak boleh berangkat.

“Pagi tadi di Terminal Pulogebang dibentengi oleh semua anggota Dishub, setiap ada orang datang, ditanya ada hasil rapid enggak, kalau tidak ada, dilarang masuk,” kata Sani.

Baca juga: Mobil Tak Dipakai Selama Libur Nataru, Perlukah Cabut Aki?

Karena kekacauan tadi pagi, dibuat kebijakan kalau penumpang dan kru yang tidak memiliki surat hasil rapid antigen masih boleh berangkat. Begitu juga seperti yang dikatakan salah satu agen PO bus AKAP yang ada di Terminal Pulogebang.

“Hari ini masih bisa berangkat, masih sosialisasi dan diberi kelonggaran, yang tidak punya hasil rapid test bisa pulang kampung. Kalau nanti sudah tanggal 20, sudah berlaku ya aturannya,” ucap salah satu agen PO bus AKAP di Terminal Pulogebang kepada Kompas.com.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X