Waspada Berada di Dekat Truk dan Bus Saat Libur Nataru

Kompas.com - 11/12/2020, 18:01 WIB
Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. KemenhubKemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat mengemudi di jalan raya, pengemudi harus lebih waspada ketika bertemu dengan kendaraan besar seperti truk dan bus. Sebab ada banyak bahaya mengintai saat kita berada di depan atau belakang kendaraan tersebut.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, kejadian rem blong kerap mengintai kendaraan besar. Jika tak waspada, kendaraan kecil di sekitarnya bisa jadi korban.

Truk dan bus sering mengalami masalah pada pengeremannya. Ketika mengalami gagal rem, dia akan mencari kendaraan lain untuk menahan lajunya,” ucap Sony, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Setelah 16 Tahun, Akhirnya Alasan Rossi Pindah dari Honda ke Yamaha Dibuka

Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Oleh sebab itu, ia menyarankan kepada para pengemudi untuk segera pindah lajur jika mendapati ada kendaraan besar yang berada di lajur yang sama. Namun apabila kondisi sedang ramai dan tidak memungkinkan, pengemudi bisa melakukan jaga jarak.

“Bisa dengan menjaga jarak dengan mobil di depan untuk menghindar ke kiri atau kanan jika ada waktu. Selain itu, bisa juga dengan memberi jalan kepada kendaraan besar untuk lewat,” ujar Sony.

Sementara itu, jika mendapati kendaraan besar yang mengalami rem blong dan mengarah ke kita. Pengemudi dituntut jangan panik, sambil menyiapkan langkah antisipasi.

Baca juga: Kendala yang Ditemui Bus AKAP Saat Lewati Sitinjau Lauik

Kondisi jalur menuju Cileungsi pada Selasa (7/3/2017) kendaraan besar, kecil, dan sepeda motor memenuhi jalan.Hilda B Alexander/Kompas.com Kondisi jalur menuju Cileungsi pada Selasa (7/3/2017) kendaraan besar, kecil, dan sepeda motor memenuhi jalan.

“Kalau keluar dari mobil sebelum terjadinya tabrakan, bukan berarti lebih aman dibanding di dalam mobil. Karena kalau di luar dan tidak punya kesempatan menjauh, bisa lebih bahaya,” katanya.

Menurut Sony, berada di dalam mobil seharusnya lebih aman karena terlindung rangka dan tubrukan dalam kecepatan yang rendah.

Tapi opsi paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan menghindar ketika sudah terlihat ada truk atau bus di sekitar kita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X