Persiapan Libur Nataru, Hindari Berkendara pada Jam Peralihan

Kompas.com - 11/12/2020, 17:41 WIB
Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARSejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang libur akhir tahun yang bakal berlangsung beberapa minggu lagi, tak ada salahnya melakukan persiapan untuk melakukan perjalanan jauh. Selain merawat kendaraan agar nyaman dibawa berkendara, tak ada salahnya untuk merencanakan waktu keberangkatan.

Berkendara pada siang atau malam hari tentu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun yang pasti, saat Anda berkendara pada waktu peralihan wajib istirahat sejenak.

Jusri Pulubuhu, Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, peralihan antara sore dan malam atau malam dan pagi jadi waktu yang riskan untuk berkendara.

Baca juga: Cari SUV Bekas Rp 30 Jutaan? Dapat Katana sampai Feroza

Berkendara malam hari di Tol CipaliStanly Berkendara malam hari di Tol Cipali

Menurutnya, peluang terjadinya kecelakaan pada jam peralihan seperti sore hari sekitar waktu maghrib, atau pagi hari sekitar subuh lebih tinggi dibandingkan jam-jam lainnya.

Hal ini lantaran penglihatan manusia yang harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah, dari terang ke gelap atau gelap ke terang.

“Dalam kondisi peralihan dari gelap ke terang, mata kita butuh istirahat sejenak untuk penyesuaian. Saya sarankan istirahat sejenak di waktu maghrib,” ucap Jusri, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kendala yang Ditemui Bus AKAP Saat Lewati Sitinjau Lauik

Ilustrasi mengantuk saat berkendaraalbayan Ilustrasi mengantuk saat berkendara

Jusri mengatakan, berkendara pada malam hari butuh stamina tersendiri. Badan akan bekerja lebih keras, mulai dari mata, otak, dan anggota badan lain dipaksa tetap aktif. Padahal dalam kondisi normal, badan kita harusnya sudah beristirahat.

“Mata yang paling berat bebannya karena saat gelap dipaksa untuk menyerap lebih banyak sinar agar pandangan ke jalan tetap jelas. Belum lagi sorot lampu dari arah berlawanan,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X