Karakter Suspensi Pengaruhi Usia Pakai Ban Truk atau Bus

Kompas.com - 09/12/2020, 12:41 WIB
Per daun kendaraan niaga Otomania/Setyo AdiPer daun kendaraan niaga

JAKARTA, KOMPAS.com – Ban merupakan salah satu biaya operasional terbesar pada kendaraan niaga selain bahan bakar. Oleh karena itu, pemakaian ban yang sangat awet sangat diinginkan oleh setiap pengusaha truk maupun bus.

Selain memilih pelek yang benar, setelan suspensi juga ternyata berpengaruh langsung terhadap panjang dan pendeknya usia kilometer ban.

Fungsi dari suspensi sendiri yaitu menstabilkan laju kendaraan, membuat nyaman dan membantu memperpanjang usia kilometer ban.

Diketahui untuk jenis suspensi yang awam digunakan pada truk dan bus yaitu per daun. Bahkan untuk yang lebih modern, sudah memakai model balon udara atau air suspension. Lalu mengapa suspensi bisa berpengaruh pada usia kilometer ban?

Baca juga: Volta 401, Skuter Listrik Baru Merek Lokal

Sasis bus narrowDuniaotomotifmodifikasi Sasis bus narrow

Tire & Rim Consultant dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, karakter suspensi itu ada dua, yaitu lembut dan keras.

“Jika suspensi truk atau busnya lembut, dapat dipastikan usia kilometer bannya pasti akan panjang. Tapi jika suspensi truk atau busnya keras, dapat dipastikan usia kilometer bannya akan pendek,” kata Bambang kepada Kompas.com, Sabtu (5/12/2020).

Bambang menjelaskan, suspensi yang keras akan memaksa ban mengambil alih tugas dan fungsi dari suspensi tersebut. Sehingga ban harus lebih banyak terdefleksi sepanjang perjalanan yang akan menimbulkan panas berlebihan.

Baca juga: Bolehkah Mencampur Udara pada Ban dengan Nitrogen?

“Ban yang overheat bisa berpotensi menjadi lebih abrasif, lebih gampang sobek dinding sampingnya atau bahkan akan mudah meledak,” kata Bambang.

Sedangkan untuk suspensi yang lembut, walaupun sudah diberi beban berat, suspensi tetap bisa bekerja dengan baik. Selain itu, per daun dan air suspension bisa disetel keras dan lembutnya sesuai dengan kebutuhan.

“Pada suspensi per daun bisa dikurangi jumlahnya untuk memperlembut dan bisa ditambahkan untuk memperkerasnya. Pada suspensi balon udara tinggal bermain di tekanan udaranya saja untuk memperlembut atau memperkerasnya, tergantung berapa PSI dipompanya,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.