Dishub Pastikan Ganjil Genap Belum Berlaku Selama PSBB Transisi

Kompas.com - 09/12/2020, 07:22 WIB
Foto dengan kecepatan rendah suasana kemacetan arus kendaraan di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANFoto dengan kecepatan rendah suasana kemacetan arus kendaraan di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyusul perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta, pihak Dinas Perhubungan DKI bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memastikan bila aturan ganjil genap belum berlaku.

Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya Fahri Siregar mengatakan bila aturan pembatasan mobil pribadi melalui plat nomor kendaraan masih melihat kondisi terkini dari Covid-19.

"Ganjil genap belum berlaku, sehingga perlu didiskusikan dengan instansi terakit, terutama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Kami harus melihat situasi dan kondisi pandemi," ucap Fahri menyitat dari NTMC, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: PSBB Transisi Diperpanjang Lagi, Apa Kabar Ganjil Genap?

Sebelumnya, Fahri menegaskan bila penerapan sistem ganjil genap memang belum dilakukan mengingat kondisi penyebaran corona yang masih terus berkembang.

Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

Bila ganjil genap diterapkan kembali, dikhawatirkan bakal terjadi kepadatan penumpang di sektor-sektor transportasi umum, yang nantinya berimbas munculnya klaster Covid-19 di transportasi publik.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta juga menegaskan hal sama melalui akun Instagram resminya.

Dishub menyatakan penerapan ganjil genap di Jakarta masih ditiadakan sepanjang PSBB transisi masih diberlakukan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DISHUB PROVINSI DKI JAKARTA (@dishubdkijakarta)

Baca juga: Suzuki Kasih Sinyal Ertiga Bisa Lebih Irit dengan Hybrid atau Listrik

"Sistem Ganjil Genap ditiadakan Selama masa PSBB Transisi berlaku di Jakarta, sampai batas waktu yang akan diinformasikan kemudian. Tetap disiplin protokol kesehatan 3M. Ambil peranmu untuk memutuskan Covid-19," tulis Dishub.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X