Korban Jiwa Laka Lantas Telah Melebihi Angka Kematian Covid-19

Kompas.com - 18/11/2020, 08:02 WIB
Satlantas Polres Tasikmalaya langsung memasang garis polisi guna penyelidikan kecelakaan bus masuk jurang di Jalan Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (10/11/2020) dini hari. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASatlantas Polres Tasikmalaya langsung memasang garis polisi guna penyelidikan kecelakaan bus masuk jurang di Jalan Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (10/11/2020) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com – Selama Januari - Oktober 2020, Korlantas Polri mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas ( laka lantas) mencapai 83.715 kejadian. Angka ini bahkan disebut lebih tinggi dari korban bencana alam dan meninggal akibat penyakit.

Secara lebih rinci, pada periode tersebut jumlah korban jiwa mencapai 19.320 jiwa, luka berat 8.995 orang, dan luka ringan 95.134 orang. Jika ditotal, seluruh kecelakaan telah menciptakan  kerugian material mencapai Rp 163.339.918.003.

Brigjen Pol Chrysnanda Dwilaksana, Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri, mengatakan, angka kecelakaan yang meningkat terus menjadi perhatian khusus.

Baca juga: Pemilik Mobil Bikin Garasi di Pinggir Jalan, Ingin Tunjukkan Status Kemapanan

Sebuah mobil Mistsubisi Xpander Cross bernomor polisi B 2502 KOR keluar jalur dan menabrak dua motor di Jalan Pangeran Antasari tepatnya di depan Jalan Cempaka II Buntu, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (9/11/2020) sekitar pukul 08.00 WIB. Dok. TMC Polda Metro Jaya Sebuah mobil Mistsubisi Xpander Cross bernomor polisi B 2502 KOR keluar jalur dan menabrak dua motor di Jalan Pangeran Antasari tepatnya di depan Jalan Cempaka II Buntu, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (9/11/2020) sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurutnya, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas telah menyentuh 19.320 jiwa. Bandingkan dengan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia yang mencapai 15.393 jiwa per 17 November 2020.

Oleh sebab itu, Chrysnanda menekankan pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kewajiban menaati peraturan lalu lintas.

Ia juga mengatakan, pelanggaran lalu lintas masih menjadi penyebab utama terjadinya laka lantas.

Baca juga: Strategi Pertamina Hapus Premium, Kasih Diskon Pembelian Pertalite

Ilustrasi Brigjen Pol Chrysnanda Dwilaksana saat menjelaskan soal audit kecepatan.ntmcpolri.info Ilustrasi Brigjen Pol Chrysnanda Dwilaksana saat menjelaskan soal audit kecepatan.

“Kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas harus ditumbuhkan masing-masing pengguna jalan. Selalu patuh akan rambu lalu lintas maka sama dengan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas” ujar Chrysnanda, dilansir dari NTMC Polri.

“Patuh bukan karena takut ditilang oleh petugas, namun takut akan kecelakaan lalu lintas yang dapat menimpa siapa saja, kapan saja dan di mana saja,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X