Pemilik Mobil Bikin Garasi di Pinggir Jalan, Ingin Tunjukkan Status Kemapanan

Kompas.com - 17/11/2020, 18:42 WIB
tangkapan layar foto mobil dinas terparkir di pinggir jalan menggunakan kanopi KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDtangkapan layar foto mobil dinas terparkir di pinggir jalan menggunakan kanopi
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Belum lama ini beredar foto mobil dinas milik komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) NTB yang tengah parkir di jalan, viral di media sosial.

Foto tersebut menjadi perbincangan hangat netizen dan juga masyarakat yang menyayangkan penggunaan jalan umum untuk parkir.

Sebenarnya, foto tentang mobil yang parkir di pinggir jalan tidak hanya sekali ini saja terjadi. Beberapa waktu lalu juga ada hal serupa dan ramai di jagat maya.

Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah tidak adanya garasi di rumah pemilik mobil. Sehingga, mereka pun menggunakan jalan umum sebagai tempat parkir pribadinya.

Baca juga: Benarkah Kamper Bisa Menaikkan Nilai Oktan Bensin?

Lalu, kenapa perilaku ini seolah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh para pemilik kendaraan roda empat?

Peringatan agar pemilik mobil mempersiapkan garasi untuk mobilnyaScreenshot Instagram @newdramaojol Peringatan agar pemilik mobil mempersiapkan garasi untuk mobilnya

Pakar Sosiologi Universitas Sebelas Maret ( UNS) Dr Drajat Tri Kartono M,Si menjelaskan, bahwa selama ini mobil tidak hanya dianggap sebagai alat transportasi saja.

Tetapi, kendaraan roda empat tersebut juga menjadi lambang atau simbol status kemapanan dari sang pemiliknya.

“Dengan memiliki mobil dua atau tiga akan dianggap lebih mapan, padahal tidak mempunyai garasi untuk mobil-mobilnya, sehingga harus parkir di jalan,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (17/11/2020).

Padahal, Drajat menambahkan, dalam hal transportasi yang terkait dengan jalan merupakan aset publik.

Baca juga: Masih Perlu Goyangkan Mobil Saat Isi BBM?

Dalam aset publik tersebut ada hak-hak publik untuk mendapatkan layanan dari jalan tersebut.

Ilustrasi garasi mobil.Ghulam/KompasOtomotif Ilustrasi garasi mobil.

“Oleh karena itu, jalan itu untuk transportasi dan itu ada hak publik di dalamnya. Mungkin tetangga sekitar tidak merasa terganggu, tetapi untuk orang luar kampung yang melintas bisa saja terganggu,” tuturnya.

Untuk itu, Drajat menilai, bahwa menempatkan mobil di jalan umum tidak bisa diizinkan begitu saja, kecuali jika jalan tersebut buntu.

Baca juga: Foto Viral Mobil Dinas Komisioner KPU Parkir di Jalan, Ingat Lagi Aturannya

Hal ini karena masyarakat transportasi yang melintas di depan rumah pemilik mobil yang parkir di jalan bisa saja merasa terganggu dengan perilaku tersebut.

“Dia (pemilik kendaraan) tidak memahami tentang hak-hak masyarakat transportasi yang setiap saat bisa melintas di depan rumah itu yang akan terganggu. Di Undang-Undang, masyarakat transportasi ini ada di setiap daerah dan perlu penyadaran terhadap masyarakat transportasi ini,” kata Drajat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X