Kemenhub Sebut Regulasi Konversi Motor Listrik untuk Jamin Keselamatan

Kompas.com - 17/11/2020, 15:21 WIB
Motor Listrik Modifikasi di IEMS 2019 KOMPAS.com/GilangMotor Listrik Modifikasi di IEMS 2019
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Regulasi konversi motor listrik dianggap sebagian orang sebagai dua sisi mata pedang. Maksudnya ingin memfasilitasi tapi ditakutkan justru sebaliknya, menyulitkan.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 65 Tahun 2020, disebutkan bengkel dan mekanik harus punya sertifikasi, kemudian motor yang dikonversi juga mesti uji tipe.

Baca juga: Komunitas: Regulasi Konversi Motor Listrik Bagai Pedang Bermata Dua

Menanggapi hal itu, Direktur Sarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub Pandu Yunianto, mengatakan, regulasi yang dikeluarkan untuk menjamin keselamatan konsumen.

Motor Listrik Modifikasi IEMS 2019KOMPAS.com/Gilang Motor Listrik Modifikasi IEMS 2019

"Misi utama yang harus kita perhatikan dalam regulasi ini tetap keselamatan, makanya dikeluarkan aturan bahwa yang boleh melakukan modifikasi tidak sembarang orang. Kalau dilakukan oleh sembarang orang siapa yang bertanggung jawab nanti kalau ada kecelakaan atau ada kerugian dari konsumen," kata Pandu kepada Kompas.com, Selasa (17/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pandu mengatakan, semangat regulasi ini ialah mempercepat tren kendaraan listrik di Indonesia. Tapi demikian semuanya perlu diatur tidak dibiarkan tumbuh tanpa terkontrol.

"Kalau orang mengatakan hal ini sebagai hambatan itu boleh jadi kalangan yang memang tidak mau mengikuti ketentuan atau tidak mau diatur. Artinya kalau bahasa perangnya orang mau enaknya sendiri, tidak mau ikuti aturan," katanya.

Baca juga: Motor Listrik Wajib Pakai Baterai SNI, tetapi Belum Ada di Pasaran

Vespa tahun 1982 yang diubah jadi motor listrik di Bangka, Senin (26/10/2020).KOMPAS.com/HERU DAHNUR Vespa tahun 1982 yang diubah jadi motor listrik di Bangka, Senin (26/10/2020).

Pandu mengatakan, mengenai motor hasil konversi atau modifikasi menjadi motor listrik harus melakukan uji tipe lagi merupakan amanah undang-undang.

"Bahwa ini amanah undang-undang, bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib memenuhi persyaratan teknis layak jalan. Itu aturan undang-undang bukan aturan menteri," katanya.

Disebutkan Pandu, kegiatan uji tipe kendaraan mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan Pasal 48.

UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 48:

1. Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
2. Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. susunan;
b. perlengkapan;
c. ukuran;
d. karoseri;
e. rancangan teknis kendaraan sesuai dengan peruntukannya;
f. pemuatan;
g. penggunaan;
h. penggandengan Kendaraan Bermotor; dan/atau
i. penempelan Kendaraan Bermotor.
3. Persyaratan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan oleh kinerja minimal Kendaraan Bermotor yang diukur sekurang-kurangnya terdiri atas:
a. emisi gas buang;
b. kebisingan suara;
c. efisiensi sistem rem utama;
d. efisiensi sistem rem parkir;
e. kincup roda depan;
f. suara klakson;
g. daya pancar dan arah sinar lampu utama;
h. radius putar;
i. akurasi alat penunjuk kecepatan;
j. kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban; dan
k. kesesuaian daya mesin penggerak terhadap berat Kendaraan.
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.