Tanpa Produk Baru, Honda Coba Pertahankan Pangsa Pasar

Kompas.com - 17/11/2020, 10:12 WIB
Sales promotion girl berpose saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOSales promotion girl berpose saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanpa ada produk baru sejak Februari, dalam dua bulan terakhir di 2020, PT Honda Prospect Motor ( HPM) akan berupaya untuk mengejar target pencapaiannya.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM Yusak Billy mengatkan, terget yang dimaksud bukanlah soal angka, namun lebih ke market share untuk penjualan retail.

"Target kami sampai akhir tahun mempertahankan market share atau sama dengan tahun lalu, yaitu di angka 14,4 persen. Kalau untuk saat ini, kumulatif kami ada di 13,7 persen," ucap Billy dalam konferensi pers virtual, Senin (16/11/2020).

Billy mengatakan untuk mengejar sisa terget tersebut memang tidak mudah. Selain karena kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan faktor waktu yang sudah mendesak, masih ada hal lainnya yang mempengaruhi.

Baca juga: Honda Bicara Soal Produk Baru di Indonesia

Salah satunya mengenai tren pasar saat ini. Seperti diketahui, sejak beberapa bulan belakang, segmen kendaraan niaga ringan tumbuh subur di tengah pandemi yang masih berjalan.

Mengenal logo Honda RSKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Mengenal logo Honda RS

Kondisi tersebut, menurut Billy secara tak langung memberikan dampak. Namun di lain sisi, naiknya kendaraan niaga juga memang membantu perekonomian.

"Melihat market participating car, sebetulnya kami masih on track. Sedangkan market non- participating, atau comersial car sedang naik daun dan berkembang terus, karena memang di masa pandemi ini masih dibutuhkan sejenis pikap dan Carry," ucap Billy.

Namun demikian, sebagai upaya mengejar target pangsa pasar sebesar 14,4 persen, HPM juga aktif menggelar beragam program menarik untuk kepemilikan produknya. Termasuk melalui penawaran dari program leasing yang memudahkan calon konsumen.

Baca juga: Spyshot Honda Civic Terbaru, Segera Dipasarkan pada 2021

Apalagi saat ini kondisi leasing juga mulai kembali pulih dengan jumlah down payment (DP) rata-rata dari perusahaan pembiayaan relatif normal, tidak lagi tinggi seperti awal pandemi.

Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.

"Kami akan bekerja sama (dengan leasing) untuk memberikan DP yang bagus. Saat ini kan sudah normal, bermain di 20-25 persen, bunganya juga menarik," kata dia.

Sementara ketika ditanya apakah Honda akan mengelontorkan diskon jelang akhir tahun, Billy hanya menegaskan bila HPM sejauh ini tidak mengatur soal itu. Keputusan potongan harga, tergantung dari masing-masing daerah.

"Bagaimana kondisi dan stok dari permintaannya (di daerah). Kami hanya atur program penjualan menarik yang memudahkan dan meringankan," ucap Billy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X