Ini Alasan Spooring pada Mobil Harus Rutin Dilakukan

Kompas.com - 24/10/2020, 12:41 WIB
Ilustrasi spooring ban mobil yang terkoneksi dengan sistem komputer. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAIlustrasi spooring ban mobil yang terkoneksi dengan sistem komputer.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah menjadi tugas rutin bagi pemilik kendaraan untuk melakukan proses penyelarasan roda mobil. Kebiasaan yang sering melewati jalan dengan tidak tertentu bisa membuat setelan roda berubah.

Hal ini terjadi lantaran roda mengalami kontak langsung dengan permukaan jalan. Roda akan mendapat efek saat ban mobil menghajar jalan berlubang atau rusak.

Baca juga: Fungsi Punuk Wearpack MotoGP, dari Wadah Minum Sampai Chip Canggih

“Efek paling terasa setir tidak bisa lurus dan mobil terasa liar dikendarai, setir terasa lari-larian, masalah itu muncul dari roda,” ujar Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong Deni Adrian belum lama ini kepada Kompas.com.

Selain berpengaruh pada pengendalian atau handling, berubahnya setelan roda mobil juga bisa menyebabkan ban rusak. Sebab dengan kemiringan yang berubah, titik tumpuan mobil saat diisi beban juga berganti.

Balancing roda mobil dilakukan dengan menempel besi atau timah kecil pada titik yang perlu diseimbangkan.vishvastyres.com Balancing roda mobil dilakukan dengan menempel besi atau timah kecil pada titik yang perlu diseimbangkan.

Belum lagi efek ban habis yang tidak merata karena perubahan tersebut. Untuk memperbaikinya, diperlukan wheel alignment yang menyetel sudut camber, caster, dan toe.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ban yang habisnya tidak merata terjadi karena ada bagian yang tertarik, makanya saat proses spooring atau balancing sebaiknya sambil dilakukan rotasi ban,” kata Deni.

Baca juga: Masih Banyak yang Sepelekan Kebiasaan Tutup Kaca Helm saat Berkendara

Deni mengatakan sebetulnya tidak ada patokan waktu yang baku melakukan spooring atau balancing. Asal posisi kemudi masih baik-baik saja, tidak ada kendala dalam pengendalian, roda mobil bisa dikatakan aman.

“Namun sesuai anjuran parbikan, idelanya spooring dilakukan setiap enam bulan sekali atau 10.000 Km. Sambil mengecek kembangan ban juga, apakah habisnya rata dan tidak,” katanya.

Apalagi dengan kondisi jalan yang relatif masih belum mulus seluruhnya, dan sering memacu mobil dalam kepentingan tinggi. Besar kemungkinan setelah roda pasti berubah.

“Ujung-ujungnya spooring atau balancing juga bisa menghindari terjadinya kerusakan pada komponen kaki-kaki lainnya,” ujar Deni.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.