Masih Banyak yang Sepelekan Kebiasaan Tutup Kaca Helm saat Berkendara

Kompas.com - 24/10/2020, 09:22 WIB
Polisi ingatkan etika saat naik motor. Divisi Humas PolriPolisi ingatkan etika saat naik motor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada umumnya, setiap helm dibekali dengan visor atau kaca helm. Bagian dari helm ini memiliki fungsi yang penting, yaitu untuk melindungi penggunanya.

Kaca helm memiliki fungsi untuk melindungi muka dari terpaan angin saat berkendara. Namun, masih banyak pengendara yang menyepelekan fungsi tersebut.

Baca juga: Hindari Asal Mengelap Kaca Helm Saat Hujan

Setyo Sunarko, Trainer Yamaha Riding Academy On Road & Off Road, mengatakan, saat riding sebaiknya kaca helm ditutup untuk melindungi mata dari debu, sehingga penglihatan tidak terganggu.

Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).

“Jika penglihatan pengendara terganggu, bisa menimbulkan potensi bahaya. Menutup visor juga dapat mengurangi debu yang dihirup pengendara saat riding,” kata Setyo, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Namun, beberapa pengendara ada yang tidak merawat helmnya sendiri. Sehingga, bagian kaca helm ada yang buram karena sudah baret-baret.

Dalam kondisi tersebut, sebaiknya kaca helm diganti dengan yang baru. Sudah banyak toko helm yang menjual kaca helm untuk mengganti kaca lama yang sudah baret.

Baca juga: Visor Transitions, Solusi Kaca Helm Siang dan Malam

“Kalau visor kotor juga sebaiknya dibersihkan dulu sebelum digunakan. Helm merupakan pelindung bagian vital pada manusia, disarankan untuk merawat helm dengan baik,” ujar Setyo.

Dengan kaca helm yang bersih, tak hanya nyaman digunakan, tapi juga menunjang keamanan berkendara. Pengendara bisa melihat jalanan dengan jelas. Sehingga, akan mudah menganalisa bahaya yang dapat ditemui di jalan.

Ilustrasi berkendara saat hujanmotorcyclenews.com Ilustrasi berkendara saat hujan

Kondisi Hujan
Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, menutup kaca helm saat hujan dapat membantu mencegah air langsung mengenai muka pengendara.

“Kaca helm juga membantu saat hujan karena mencegah air masuk dan mengganggu pandangan. Jika air masuk, pengendara bisa kehilangan konsentrasi, dan itu bisa bahaya,” kata Agus.

Menurut Agus, kaca helm boleh saja dibuka atau ditutup ketika motor sedang berhenti, tergantung kebiasaan dari pengendaranya. Namun, ketika kembali berjalan, sebaiknya tutup kaca helm agar tetap nyaman dan aman di perjalanan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X