Lebih Dekat dengan Bus Listrik INKA yang Sedang Diuji Coba

Kompas.com - 20/10/2020, 16:41 WIB
Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro berdiri di bus listrik bertenaga baterai yang akan diekspor ke Kongo, Afrika Tengah. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIDirektur Utama PT INKA, Budi Noviantoro berdiri di bus listrik bertenaga baterai yang akan diekspor ke Kongo, Afrika Tengah.
|

Didapatkan pemakaian rata–rata 1,4 km per kwh. Maka, untuk biaya operasional per kilometer = 0,71 x Rp 1.650 per kwh = Rp 1.171 per km.

Baca juga: Bus Mewah PO Putera Mulya, Jakarta-Malang Cuma Rp 350.000

Sementara itu, pemakaian bus diesel dapat menempuh jarak 3 km per liter. Dengan harga solar per liter Rp 9.300 per liter, maka didapatkan biaya operasional per kilometer = 0,3 x Rp 9.300 per liter = Rp 2.790 per km.

"Perbandingan pemeliharaan bus diesel dan bus listrik pernah disampaikan pada Maintenance Forum tahun 2018 di Serbia. Uji cobanya kedua bus itu dijalankan sejauh 250 km per hari," kata Budi.

Hasil perbandingan biaya pemeliharaan, kata Budi, bus diesel menelan biaya pemeliharaan 396 euro (Rp 6,7 juta) dan bus listrik = 201 euro (Rp 3,4 juta).

Maka, secara keseluruhan pemeliharaan harian untuk E-Inobus lebih hemat sampai di tingkat 49 persen dari bus konvensional atau diesel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X