Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daihatsu Longgarkan Waktu Produksi Sesuai Protokol Kesehatan

Kompas.com - 09/10/2020, 08:22 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

Pabrik Daihatsu siap lakukan 2 shift produksi pada Agustus 2020.ADM Pabrik Daihatsu siap lakukan 2 shift produksi pada Agustus 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak pembelakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dari 14 September lalu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga melakukan penyesuaian kapasitas produksi kendaraannya.

Penyesuaian tersebut diklaim Daihatsu melalui takt time atau pacu kerja produksi dalam menghasilkan satu produk. Dari sebelumnya 1,5 menit per unit, menjadi lebih lambat, yakni 3,1 menit per unit.

Pacu kerja atau takt time dihitung berdasarkan rumus waktu operasi yang tersedia dibagi dengan permintaan konnsumen.

Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning & Communicatioan Director PT ADM mengatakan, penyesuaian takt time tersebut dilakukan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan, yakni menjaga jarak antar karyawan di produksi 1,5 meter guna menjaga kesehatan dan keselamatan.

Baca juga: Gaikindo Sepakat Mobil Baru Wajib Dilengkapi APAR Mulai 2021

Dampak dari penyesuaian tersebut, berimbas pada kepasitas produksi yang mengalami penurunan dan juga disesuaikan dengan permintaan pasar. Meskipun demikian, ADM tetap optimistis dan dapat menjalankan operasional perusahaan dengan baik di tengah kondisi wabah Covid-19.

Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.KOMPAS.com / FEBRI ARDANI Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.

"Walau pun terjadi penurunan kami masih dapat tetap melakukan aktivitas produksi dengan menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan dengan mengoptimalkan karyawan yang bekerja demi meminimalisir penyebaran Covid-19 di seluruh area kerja," ucap Amel dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2020).

Hingga saat ini, Daihatsu juga masih menerapkan kebijakan work from office (WFO) 25 persen dan work from home (WFH) 75 persen. Tiap karyawan Daihatsu yang bekerja di kantor hanya 1 minggu dalam 1 bulan sepanjang periode PSBB.

Baca juga: Selain Toyota, Daihatsu Indonesia Juga Produksi dan Ekspor Mazda ke Jepang

Amel juga menjelaskan bila Daihatsu telah menggunakan aplikasi monitor internal untuk memastikan jarak antar karyawan saat bekerja di kantor agar selalu dalam batas aman, yakni 1,5 meter.

Mazda Bongo kembaran Daihatsu Gran Max meluncur di Jepanghttps://car.watch.impress.co.jp/ Mazda Bongo kembaran Daihatsu Gran Max meluncur di Jepang

Selain untuk memenuhi kebutuhan domestik, produk garapan ADM juga diekspor ke 75 negara. Brand yang digunakan mulai dari Daihatsu, Toyota, hingga yang terbaru pada Sepetember 2020 lalu adalah Mazda Bongo berbasis Daihatsu Gran Max.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.