Minum BBM Premium dan Pertalite Bisa Bikin Garansi Mobil Hilang?

Kompas.com - 08/10/2020, 20:11 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bahan Bakar Minyak ( BBM) yang tidak berkualitas tidak hanya menyumbang polusi udara buruk, tetapi juga bisa merugikan pemilik mobil. Salah satu masalah yang kerap kurang disadari oleh pengguna mobil ialah seperti gugurnya garansi kendaraan.

Kepala Bengkel Auto200 Yos Sudarso Suparman mengatakan, secara teknis bila tidak menggunakan bahan bakar yang telah direkomendasikan oleh pabrikan, dan terjadi kerusakan pada mobil yang diketahui akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai, maka tidak akan garansi akan gugur.

"Selain itu, banyak kerugian lain yang bisa diderita oleh pemilik mobil akibat masalah penggunaan oktan BBM yang tidak sesuai, dari tarikan mesin yang berat sampai mobil yang menjadi boros," ujar Suparman saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/10/2020).

Baca juga: Fenomena Motor Restorasi dan NOS

Akumulasi dari kerugian-kerugian tersebut akan berdampak fatal di kemudian hari. Sebagai contoh, sampai saluran injeksi yang rusak atau catalytic conventer yang bisa jebol.

Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000Auto2000 Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000

“Memang dampaknya mobil rusak itu tidak langsung, tapi bertahap dan hingga menjadi akumulasi. Kebiasaan itu lambat laun akan merusak beberapa komponen,” kata Suparman.

Lebih lanjut lagi, Suparman mengatakan, selama ini penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai memang selalu menjadi dilema tersendiri.

Baca juga: Masih Mewah, Deretan Sedan Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Hampir semua mobil pastinya disarankan menggunakan RON 92 meskipun mobil tersebut masuk ke dalam kategori mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC). Hal ini tidak hanya untuk menekan emisi buruk, tetapi juga untuk menjaga perfoma dari mobil itu sendiri.

“Secara umum pastinya pemilik mobil sudah tahu dampak menggunakan BBM yang tidak dianjurkan, tapi itu tidak bisa kita wajibkan karena mobil milik konsumen. Poin kedua harus kita akui, tidak semua wilayah di Indonesia tersedia BBM yang berkualitas. Jadi memang sedikit dilema,” tutur Suparman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X