Kompas.com - 08/10/2020, 20:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak berkualitas tidak hanya menyumbang polusi udara buruk, tetapi juga bisa merugikan pemilik mobil. Salah satu masalah yang kerap kurang disadari oleh pengguna mobil ialah seperti gugurnya garansi kendaraan.

Kepala Bengkel Auto200 Yos Sudarso Suparman mengatakan, secara teknis bila tidak menggunakan bahan bakar yang telah direkomendasikan oleh pabrikan, dan terjadi kerusakan pada mobil yang diketahui akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai, maka tidak akan garansi akan gugur.

"Selain itu, banyak kerugian lain yang bisa diderita oleh pemilik mobil akibat masalah penggunaan oktan BBM yang tidak sesuai, dari tarikan mesin yang berat sampai mobil yang menjadi boros," ujar Suparman saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/10/2020).

Baca juga: Fenomena Motor Restorasi dan NOS

Akumulasi dari kerugian-kerugian tersebut akan berdampak fatal di kemudian hari. Sebagai contoh, sampai saluran injeksi yang rusak atau catalytic conventer yang bisa jebol.

Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000Auto2000 Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000

“Memang dampaknya mobil rusak itu tidak langsung, tapi bertahap dan hingga menjadi akumulasi. Kebiasaan itu lambat laun akan merusak beberapa komponen,” kata Suparman.

Lebih lanjut lagi, Suparman mengatakan, selama ini penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai memang selalu menjadi dilema tersendiri.

Baca juga: Masih Mewah, Deretan Sedan Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Hampir semua mobil pastinya disarankan menggunakan RON 92 meskipun mobil tersebut masuk ke dalam kategori mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC). Hal ini tidak hanya untuk menekan emisi buruk, tetapi juga untuk menjaga perfoma dari mobil itu sendiri.

“Secara umum pastinya pemilik mobil sudah tahu dampak menggunakan BBM yang tidak dianjurkan, tapi itu tidak bisa kita wajibkan karena mobil milik konsumen. Poin kedua harus kita akui, tidak semua wilayah di Indonesia tersedia BBM yang berkualitas. Jadi memang sedikit dilema,” tutur Suparman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.