Kenali Dua Perilaku Tipe Pengendara di Jalan Raya

Kompas.com - 24/09/2020, 19:41 WIB
Ilustrasi mengendari mobil DaihatsuIlustrasi mengendari mobil
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggandeng GT Radial, Daihatsu kembali menyelenggarakan acara safety driving secara virtual dengan tema Aggressive VS Defensive Driving.

Acara yang dikemas dengan tajuk ngobrol asyik tersebut merupkan program edukasi guna menjaga perilaku berkendara yang aman demi menekan potensi kecelakaan.

Sony Susmana, Senior Instructor dari Safety Defensive Consultan Indonesia (SDCI), mengajak pemilik Daihatsu untuk berkendara secara defensive. Hal ini lantaran mayoritas angka kecelakaan di jalan raya disebabkan gaya berkendara yang aggresive.

Menurut Sonny, defensive driving merupakan perilaku mengemudi yang mengedepankan sisi proaktif. Artinya pengendara berpikir panjang, mencegah sebelum terjadi, dan melakukan antisipasi.

Baca juga: Mengenal, Mengatasi, dan Mengetahui Bahaya Aquaplaning di Musim Hujan

Dengan demikian, potensi bahaya dapat dicegah dan meminimalisir potensi kecelakan. Hal ini sama dengan safety driving, hanya saja secara tingkatan, safty driving memerlukan kemampuan atau skill berkendara yang baik dan benar.

Ilustrasi kecelakaanSHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan

"Untuk dapat mengemudi secara defensive driving cukup mudah. Selalu berpikir positif, toleransi, sopan, berbagi, jaga jarak kendaraan, jaga kecepagan, kontrol emosi, atur manajemen waktu perjalanan, utamakan keselamatan orang lain dan tidak seruntulan," ucap Sony dalam keterangan resmi Daihatsu, Kamis (24/9/2020).

Sementara untuk aggresive driving, menjadi tipe pengendara yang biasanya didominasi oleh green driver atau pengemudi berusia muda dengan pengalaman jam terbang yang masih sedikit. Jenis pengendara ini biasanya secara emosi tidak stabil dan sering show off.

Menurut Sony, salah satu ciri-ciri dari pengendara green driver adalah suka kebut-kebutan dengan kecepatan yang tak konsisten, berjalan zig-zag tanpa ada lampu isyarat, serta melakukan akselerasi dan deselerasi secara kasar.

Baca juga: Sebelum Kejadian, Ingat Bahaya Laten Berkendara di Musim Hujan

"Perilaku tersebut tak patut dicontoh dan harus ada penertiban pihak berwajib, karena bila dibiarkan akan menjadi pengemudi yang aggressive. Berdasarkan statistik data kecelakaan di Indonesia, tipe pengemudi tersebut menyumbang kecelakaan tertinggi dengan persentase sebesar 55 persen," ucap Sonny.

Ilustrasi kecelakaan mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil.

Elvina Afny, Customer Satisfaction & Value Chain Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan, acara Ngbrol Asik yang dilakukan Daihatsu merupakan bentuk komitmen untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.

"Dalam 3 tahun belakangan ini, Daihatsu bersama GT Radial secara rutin telah memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara. Ini merupakan tanggung jawab kami dalam menjaga keluarga sahabat Daihatsu agar dapat terus berkendara secara aman," kata Elvina.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X