Kenali Masalah pada Ruang Bakar Melalui Warna Busi

Kompas.com - 17/09/2020, 12:02 WIB
Cek busi mobil www.amazon.caCek busi mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diberlakukan di wilayah Jakarta, mengharuskan masyarakat untuk tetap berada di rumah guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Kondisi tersebut bisa dimanfaatkan oleh pemilik mobil untuk mengecek kembali beberapa komponen pada mesin, salah satunya adalah busi.

Selain berguna sebagai komponen yang memercikan api untuk pembakaran, melalui busi pemilik mobil juga mendeteksi masalah pada ruang bakar. Caranya cukup melihat dari warna di kepala atau ujung elektroda busi.

Baca juga: Truk yang Pakai Ban Ganda, Bagian Mana yang Lebih Cepat Aus?

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, warna busi bisa menggambarkan situasi atau kondisi pada ruang bakar. Bahkan dengan rutin melakukan pengecekan sendiri, pemilik kendaraan bisa mengetahui secara pasti kapan waktu busi perlu diganti.

Busi iridium (kiri) dan busi biasa (kanan).Ghulam/Otomania Busi iridium (kiri) dan busi biasa (kanan).

Warna busi melihatkan bagaimana kondisi pada ruang bakar mobil. Apakah pembakarannya baik, kotor, sampai mengetahui gejala busi yang sudah waktunya diganti karena fungsinya sudah tidak optimal,” ujar Suparna kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Pada umumnya, ada dua warna pada kepala busi yang mengindikasikan kondisi ruang bakar. Untuk pembakaran yang sempurna, warna di kepala busi akan menunjukan coklat dengan sedikit kemerahan.

Baca juga: Bisnis Otomotif Grup Astra Raih Pangsa Pasar 45 Persen

Sementara bila warna kepala busi saat dibuka memiliki warna hitam pekat, bisa dipastikan ada masalah pada ruang bakar. Warna hitam pada busi diakibatkan adanya jelaga hitam dari sisi pembakaran yang menumpuk dan lama kelamaan membungkus elektroda busi.

Busi berwarna hitam biasanya sudah mendekati mati atau tidak bisa berfungsi maksimal, artinya sudah waktunya diganti. Bila warna busi menunjukan terlalu kemerahan, mengindikasikan bahwa adanya kesalahan pemakaian bahan bakar. Umumnya karena ketidakcocokan oktan yang digunakan pemilik dengan yang dianjurkan parbrikan,” kata Suparna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.