Awas Jatuh Bego, Begini Proses Berhenti Saat Naik Moge

Kompas.com - 13/09/2020, 09:41 WIB
Ilustrasi komunitas moge saat melakukan touring. Foto: B’Brothers Indonesia Ilustrasi komunitas moge saat melakukan touring.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengendarai sepeda motor bisa jadi pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Salah satunya pada saat berkendara menggunakan motor besar atau moge.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengungkapkan penggunaan sepeda motor, terlebih motor berukuran besar rentan kecelakaan.

Ini karena berkendara dengan moge membutuhkan fisik serta pengetahuan yang mumpuni untuk menjaga keselamatan.

“Motor itu tidak kenal stabilitas saat bergerak. Adanya keseimbangan. Motor yang satu dengan yang lain punya karakter berbeda dan pengendara yang berganti motor wajib untuk beradaptasi terlebih dahulu,” ucap Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP San Marino, Yamaha Mendominasi Termasuk Rossi

Jusri menjelaskan, motor yang berbeda juga menimbulkan karakter yang berbeda dari pengendara. Terutama moge di mana bobot dan tenaganya cukup besar sehingga memerlukan kebijaksanaan bagi pengendaranya untuk dapat menjajal dari satu jenis motor ke motor lain.

Ilustrasi mengendarai moge.Ghulam/KompasOtomotif Ilustrasi mengendarai moge.

Salah satu yang diperhatikan adalah cara berhenti yang benar dalam berkendara moge. Jangan sampai jatuh bego (istilah moge terjatuh dalam kecepatan rendah atau saat berhenti).

Untuk mencegah motor terjatuh atau rebah, pertama yang perlu diperhatikan adalah perubahan kecepatan menimbulkan gaya.

“Begitu motor bergerak dia punya gaya sentrifugal berubah. Saat berhenti gaya itu mengecil, saat bergerak beda lagi,” kata Jusri.

Baca juga: Berkendara Jarak Jauh, Jangan Biasakan Minum Suplemen

Perhatian pertama saat perlambatan di bawah 30 kilometer per jam jangan rem mendadak. Hindari penggunaan rem depan.

Jusri menyarankan untuk menggunakan rem belakang. Sampai perlahan motor berhenti bergerak, pandangan harus eye level atau lurus ke dapan.

“Jangan ke samping, atas atau bawah. Misal memandang ke bawah akan hilang keseimbangan,” ucapnya.

Agar bobot tubuh tidak terdorong ke depan dari kecepatan cepat ke lambat, pertahankan bobot tubuh agar tidak terdorong ke dapan. Siapkan juga mindset pengendara motor dengan bersiap menempatkan bobot tubuh di kiri.

“Jadi posisinya kaki kanan di rem kanan, jangan rem tangan, lalu kaki kiri turun duluan. Serta pastikan motornya tidak dalam posisi berbelok alias harus lurus,” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X