Kompresor AC Mobil Berisik, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 13/09/2020, 09:01 WIB
ac mobil Kompas.com/Fathan Radityasaniac mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu masalah yang sering terjadi pada pengguna mobil (terutama berusia di atas 5 tahun) adalah kompresor AC yang berbunyi cukup keras atau kasar saat beroperasi. Suara aneh itu akan hilang saat kompresor tidak bekerja.

Banyak juga yang menyebutkan suara kasar kompresor itu dengan “ngorok”. Banyak penyebabnya, termasuk kurangnya oli kompresor atau piston di dalamnya aus.

“Ini bisa menjadi tanda-tanda awal kerusakan AC mobil. Segera bawa ke bengkel sebelum semakin parah rusaknya,” ujar Business Development Rotary Bintaro, Kelvin Ong kepada Kompas.com Sabtu (12/9/2020)

Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP San Marino, Yamaha Mendominasi Termasuk Rossi

Berikut indikasi masalah dan efeknya saat kompresor mulai berisik:

1. Suara ngorok mirip gesekan benda logam bisa jadi karena oli kompresor yang kurang, piston dalam kompresor aus, atau longgarnya bearing.

Selama jangka waktu tertentu tidak ada efek samping. Tapi lambat laun, kadang AC tidak dingin saat mobil berjalan pada RPM rendah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompresor AC rusakStanly/Otomania Kompresor AC rusak

2. Hilangnya kompresi pada kompresor.

“Fungsi dasar kompresor adalah menghisap refrigerant (freon) dan memompanya menuju kondensor AC dengan tekanan yang lebih tinggi. Saat kompresi berkurang, gejalanya adalah AC kurang dingin saat melaju pada RPM rendah, lalu berubah menjadi dingin saat melaju lebih kencang,” kata Kelvin.

Baca juga: Berkendara Jarak Jauh, Jangan Biasakan Minum Suplemen

3. Magenetic clutch bermasalah. Komponen ini yang sudah menghubungkan putaran mesin dengan kompresor. Jika kinerjanya sudah lemah, efeknya sama, embusan udara AC akan lebih dingin saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi.

4. Kebocoran saluran AC. Ini dia yang membuat refrigerant cepat habis. Oli pada kompesor pun akan dikeluarkan sedikit demi sedikit sampai habis. Ini yang membuat gesekan pada piston dalam kompresor serta bola-bola di dalamnya makin kencang dan menimbulkan bunyi.

Pada kasus tertentu, menurut Kelvin masih bisa diperbaiki. Namun, kalau sudah akut, diperbaiki hanya akan mengembalikan fungsinya. Suara akan tetap berisik jika tidak ganti kompresor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X