Casey Stoner Sindir Cara Ducati Perlakukan Pebalap

Kompas.com - 04/09/2020, 07:42 WIB
Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, sedang berdiskusi dengan Casey Stoner saat menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Selangor, Malaysia (28/1/2018).
DOK. DUCATIPebalap Ducati, Andrea Dovizioso, sedang berdiskusi dengan Casey Stoner saat menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Selangor, Malaysia (28/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Andrea Dovizioso akan berpisah dengan Ducati pada akhir musim ini. Terhitung sudah sekian kalinya pabrikan asal Italia tersebut kehilangan pebalap top.

Pertama kali, tentunya saat Casey Stoner memutuskan untuk pindah ke Honda pada 2011. Padahal, pebalap asal Australia tersebut berhasil memberikan gelar juara dunia di musim pertamanya bersama Ducati pada 2007.

Baca juga: Pisah dari Ducati, Dovi Belum Punya Rencana Musim Depan

Stoner lalu digantikan oleh Valentino Rossi yang bertahan hanya dua musim. Di musim 2017 dan 2018, Ducati juga pernah mengontrak Jorge Lorenzo.

Pebalap penguji Ducati, Casey Stoner (kiri), berbincang dengan Jorge Lorenzo.
DOK. MOTOGP Pebalap penguji Ducati, Casey Stoner (kiri), berbincang dengan Jorge Lorenzo.

Nicky Hayden yang merupakan juara dunia MotoGP 2006 bertahan dari 2009 hingga 2013. Sedangkan Dovizioso, sudah bersama Ducati sejak 2013.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah pensiun di akhir musim 2012, Stoner sempat kembali menjadi test rider Honda pada 2013 hingga 2015. Namun, pada 2016 Stoner sempat kembali menjadi test rider Ducati.

Stoner menyebutkan bahwa Ducati tidak bisa kehilangan pebalap berusia 34 tahun tersebut. Meskipun, Dovi tidak pernah menyebutkan permasalahan sebenarnya yang terjadi.

Baca juga: Juara di MotoGP Austria, Dovi Tetap Hengkang dari Ducati

"Ini adalah opini pribadi saya, tapi saya rasa Ducati tidak bisa kehilangan pebalap seperti Andrea Dovizioso," ujar Stoner, dikutip dari Speedweek.com.

Stoner menambahkan, Ducati sebaiknya sadar bahwa pada titik tertentu, pebalaplah yang meraih hasilnya, bukan wind tunnel. Untuk itu, Ducati seharusnya mendengarkan pebalap.

Menurut Stoner, Ducati terlalu yakin dengan hasil tes yang dilakukannya di pabrik. Sementara masukan dari pebalap, tidak begitu didengarkan.

Casey Stoner saat menjalani tes bersama Ducati di Red Bull Ring, Austria.Motorsport.com Casey Stoner saat menjalani tes bersama Ducati di Red Bull Ring, Austria.

Rossi mengatakan, terkadang sulit hubungan antara para pebalap dan Ducati. Tak terkecuali dengan apa yang dialaminya saat masih di tim tersebut.

"Begitu pula ketika saya di sana pada 2011 dan 2012 itu tidaklah mudah. Menurut saya, karena alasan itulah kontrak mereka tidak tercapai," kata Rossi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.