Polda Metro: Razia Masker di Wilayah Jabodetabek Itu Hoax

Kompas.com - 30/08/2020, 11:27 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirlantas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa informasi terkait razia masker besar-besaran di wilayah Jabodetabek pada pekan ini yang menyebar melalui aplikasi perpesanan adalah tidak benar atau hoax.

Informasi yang beredar itu menyebutkan, Polda Metro Jaya bersama Pemda hingga kejaksaan akan menggelar razia serentak untuk menjaring tiap warga dan pengendara yang keluar rumah tanpa mengenakan masker.

Kemudian, para pelanggar tadi akan langsung ditindak bayar ditempat sebesar Rp 250.000, tidak ada sanksi sosial yaitu membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama satu jam lagi.

Baca juga: Ini Biaya Resmi Penerbitan STNK Baru

Petugas gabungan memeriksa suhu tubuh pengendara di check point 1 Segar Alam Ciloto, Cianjur, Jawa Barat yang hendak masuk ke wilayah Cianjur.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Petugas gabungan memeriksa suhu tubuh pengendara di check point 1 Segar Alam Ciloto, Cianjur, Jawa Barat yang hendak masuk ke wilayah Cianjur.

"Informasi ini tidak benar. Setiap warga memang masih wajib mengenakan masker ketika berpergian, tapi kami tetap berpegangan pada Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang penegakan hukum protokol kesehatan," kata Ditlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2020).

Sebagaimana diketahui, pada Pasal 5 Pergub tersebut dinyatakan bahwa bagi warga yang tidak mengenakan masker selama periode pengendalian Covid-19 dapat dikenakan sanksi administratif sebesar Rp 250.000 atau kerja sosial membersihkan fasilitas umum.

Baca juga: Fitur Mana yang Lebih Mendesak ABS atau Airbag?

Kemudian para pelanggar akan didata oleh petugas. Jika kembali melakukan pelangaran serupa, sanksi administratif yang dikenakan meningkat menjadi Rp 500.000 atau kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum selama dua jam.

"Jika terus abai, sanksinya terus bertambah hingga Rp 1 juta. Tapi kita terus mengedepankan tindakan preventif dan preentif untuk menegakkan protokol kesehatan," ujar Sambodo lagi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

09.35 Pemberitaan ini tidak benar adanya.

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro) on Aug 28, 2020 at 7:55pm PDT

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.