KILAS
KILAS

Sensasi Berkendara ala Mobil Listrik dengan Teknologi e-Power Milik Nissan

Kompas.com - 30/08/2020, 10:47 WIB
Nissan membawa teknologi e-Power lewat seri mobil Nissan Kicks e-Power yang diluncurkan pada 2 September 2020 Dok. Nissan Global CorporationNissan membawa teknologi e-Power lewat seri mobil Nissan Kicks e-Power yang diluncurkan pada 2 September 2020

KOMPAS.com –Teknologi mesin mobil e-Power milik PT Nissan Motor Indonesia (NMI) kembali diperkenalkan di ajang Indonesia Otomotif Online Festival 2020 (IOOF 2020).

Melansir Gridoto.com, Sabtu (29/8/2020), e-Power merupakan teknologi unik dari Nissan yang memungkinkan pengguna merasakan sensasi berkendaran ala mobil listrik tanpa perlu melakukan charging baterai.

“e-Power meminjam teknologi mobil listrik dari Nissan Leaf dan ditambahkan mesin bensin untuk mengisi kembali daya listrik ke dalam baterai jika dibutuhkan,” ujar Chief Marketing Manager NMI Hiroko Wakita di segmen Car Tech Update IOOF 2020, Selasa (25/8/2020).

Dengan teknologi tersebut, mobil bermesin e-Power tidak lagi membutuhkan charging eksternal, tapi tetap menawarkan performa yang serupa dengan mobil listrik biasa.

Biasanya, unit penggerak yang menggabungkan kinerja mesin bensin konvensional dan motor listrik seperti e-Power disebut sebagai unit penggerak hybrid.

Namun, sistem e-Power milik Nissan tidak bisa disamakan dengan mesin mobil hybrid biasa. Sebab, seluruh mobil digerakkan 100 persen menggunakan motor listrik.

Baca juga: Nissan Umumkan Teknologi Terbarunya yang Bisa Ngegas dan Ngerem Sendiri di IOOF 2020

“Sistem e-Power sendiri terdiri dari baterai output tinggi dan unit penggerak yang terintegrasi dengan mesin bensin, generator listrik, inverter, dan motor listrik,” papar Wakita.

Selain itu, mesin bensin yang terdapat dalam sistem e-Power tidak tersambung sama sekali dengan roda penggerak seperti mobil hybrid konvensional. Pasalnya, mesin bensin 1.200 cc tiga silinder e-Power hanya berfungsi untuk mengisi ulang baterai yang tersemat pada mobil layaknya genset.

“Tapi tidak seperti mobil listrik full EV, sumber daya dari mobil e-Power tidak terbatas hanya baterai, tapi ditambah juga oleh mesin bensin tadi,” imbuhnya.

Jadi, teknologi e-Power dari Nissan itu berada di antara sistem hybrid dan mobil listrik full EV.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X