Akar Masalah Truk ODOL, Uji KIR Harus Transparan

Kompas.com - 29/08/2020, 14:02 WIB
Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home. IstimewaTruk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Beredarnya truk ODOL (over dimension over load) di jalan merupakan salah satu bukti buruknya pengawasan angkutan darat. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bahkan menemukan Uji KIR Elektronik bisa dipalsukan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, mengatakan, kasus ini ditemukan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Singosari, Malang, Jawa Timur.

Padahal saat ini telah diluncurkan Uji KIR Elektronik atau Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUE). Dalam dokumen BLUE terdapat chip yang memuat data kendaraan sesudah dilakukan uji berkala setiap 6 bulan sekali.

Baca juga: Wacana Road Bike, Catat Potensi Bahaya Sepeda Masuk Tol

Uji KIR Elektronik atau BLUE dipalsukan di Singosari, Malang.Kemenhub Uji KIR Elektronik atau BLUE dipalsukan di Singosari, Malang.

“Tim identifikasi bertugas untuk melakukan identifikasi temuan BLUE yang terindikasi palsu,” ujar Budi, dalam keterangan yang diterima Kompas.com (28/8/2020).

“Dari hasil pengawasan kendaraan barang di UPPKB Singosari pada 9 Juli dan 28 Juli 2020 ditemui dugaan bentuk fisik dimensi kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan untuk tipe dump truck dan truk fuso,” katanya.

Pengamat Transportasi dari Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno, mengatakan, Persoalan ODOL bukan persoalan sederhana yang hanya terkait dengan pelanggaran kelebihan muatan yang berakibat kemacetan, kerusakan jalan, dan sebagainya.

Baca juga: Bocor, Ini Sosok Harley-Davidson 338R Buatan China

Foto karya Kristianto Purnomo berjudul Kecelakaan Bus Asli Prima ini meraih juara II kategori spot news di ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2019. Foto di ambil pada Minggu (13/01/2019) menampilkan korban kecelakaan antara Bus Asli Prima dan sebuah truk.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Foto karya Kristianto Purnomo berjudul Kecelakaan Bus Asli Prima ini meraih juara II kategori spot news di ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2019. Foto di ambil pada Minggu (13/01/2019) menampilkan korban kecelakaan antara Bus Asli Prima dan sebuah truk.

“Hasil pengamatan di lapangan menemukan berbagai persoalan keamanan dan pungli yang sangat besar serta menahun tanpa dapat diselesaikan, baik oleh regulator maupun aparat keamanan,” ucap Djoko, kepada Kompas.com (29/8/2020).

“Persoalan tersebut menjadi salah satu penyebab utama tidak efektifnya sistem logistik darat di Indonesia,” tuturnya.

Djoko menambahkan, untuk memberantas praktik truk ODOL harus dimulai dari akar masalahnya.

Baca juga: Mengapa Lampu Utama Bus Masih Mengandalkan Bohlam?

Ilustrasi uji KIR di wilayah Jawa Tengah yang menerapkan protokol kesehatan.jatengprov.go.id Ilustrasi uji KIR di wilayah Jawa Tengah yang menerapkan protokol kesehatan.

 

"Yaitu memperbaiki praktik uji KIR yang memberi izin truk ODOL beroperasi, ormas yang memungut di jalan, premanisme di pusat bangkitan dan tarikan barang, serta pemilik barang yang memaksakan membawa muatan lebih," katanya.

Ia juga mengatakan, regulator dan aparat sebetulnya sangat mengetahui kondisi tersebut tetapi tidak dapat berbuat apa-apa, karena patut diduga termasuk oknum yang menikmati buruknya manajemen logistik darat di Indonesia.

“Sehingga regulator dan aparat hanya fokus pada truk ODOL nya saja dan ini tidak menyelesaikan akar permasalahannya,” ucap Djoko.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X